MPI PWM DIY Latih Kader Muhammadiyah Bikin Desain Konten Media yang Menarik dengan Canva

MPI PWM DIY Latih Kader Muhammadiyah Bikin Desain Konten Media yang Menarik dengan Canva

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (MPI PWM DIY) berkolaborasi dengan Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) DIY menggelar pelatihan desain bertajuk “Bikin Desain Auto-Ciamik Pakai Canva Tanpa Ribet” pada Ahad (25/10). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer Program Studi Ilmu Komunikasi Kampus 5 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini diikuti 40 peserta dari berbagai unsur Muhammadiyah di DIY.

Peserta berasal dari MPI PWM DIY, NA DIY, kader organisasi otonom (Ortom) se-DIY, MPI PDM se-DIY, serta majelis dan lembaga PWM DIY. Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam menghasilkan konten media sosial yang menarik, komunikatif, dan tetap memperhatikan aspek hak cipta.

Bidang Media Sosial MPI PWM DIY, Dani Fadillah, S.I.Kom., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan upaya menjawab kebutuhan pengelola media sosial Muhammadiyah agar tidak hanya aktif memproduksi konten, tetapi juga mampu menyajikan tampilan visual yang menarik.

Menurutnya, pengelolaan media sosial perlu terus dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan komunikasi digital. Hal ini berlaku bagi akun media sosial Muhammadiyah di tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting.

“Jadi, pelatihan hari ini untuk menjawab kebutuhan tersebut. Harapannya, media sosial kita tidak hanya banyak, tetapi tampilan konten yang disajikan juga menarik,” ujar Dosen Ilmu Komunikasi UAD itu.

Dani mengungkapkan, Canva dipilih karena relatif mudah digunakan, menyediakan beragam pilihan desain, serta dapat diakses dengan biaya yang terjangkau. Namun, ia menilai masih banyak pengguna yang belum memaksimalkan berbagai fitur dan potensi yang tersedia di dalamnya.

Melalui pelatihan ini, MPI PWM DIY ingin membantu para kader mengenali dan memanfaatkan fitur Canva secara lebih optimal untuk mendukung aktivitas publikasi dan dakwah digital.

Selain aspek visual, Dani juga menekankan pentingnya kesadaran terhadap hak cipta. Menurutnya, kemampuan membuat desain harus diiringi pemahaman mengenai penggunaan elemen visual yang sesuai dan penghormatan terhadap karya orang lain.

Ia juga menyinggung penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pembuatan konten. Meski dapat membantu proses kreatif, penggunaan AI tetap perlu mempertimbangkan orisinalitas dan etika dalam berkarya.

Dani menilai, karya visual tidak semata-mata dinilai dari tampilannya, tetapi juga dari gagasan, kreativitas, dan sentuhan manusia yang melatarbelakanginya. Karena itu, ia mendorong kader Muhammadiyah untuk mengembangkan keterampilan desain secara mandiri, alih-alih hanya mengandalkan hasil otomatis dari teknologi.

“Jadi, kita latih supaya media sosial tidak hanya banyak, tetapi juga menarik dan melek hak cipta. Itu penting,” tegasnya.

Ia berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia Muhammadiyah dalam mengelola komunikasi digital. Ke depan, keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan dakwah, pendidikan, dan penyampaian gagasan persyarikatan kepada masyarakat.

Ketua MPI PWM DIY, Afan Kurniawan, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kemampuan membuat desain yang menarik dan komunikatif menjadi salah satu keterampilan penting di era digital. Keterampilan tersebut tidak hanya dibutuhkan oleh desainer profesional, tetapi juga oleh pelajar, mahasiswa, guru, tenaga kerja, dan masyarakat umum.

Menurutnya, desain dapat menunjang berbagai aktivitas sekaligus menjadi sarana membangun personal branding.

Melalui pelatihan Canva, Afan berharap peserta mampu meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam membuat beragam produk visual, mulai dari poster, presentasi, infografis, pamflet, hingga konten media sosial.

Ia juga mendorong peserta untuk aktif bertanya, mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh, serta berani mencoba berbagai pendekatan baru dalam proses kreatif.

“Kreativitas akan berkembang ketika kita berani belajar dan bereksperimen,” pesannya.

Afan berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, dunia pendidikan, maupun dunia kerja.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Rektor UAD beserta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan, termasuk narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada peserta.

Pemateri pelatihan, Indah Wenerda, S.Sn., M.A., desainer profesional sekaligus dosen Ilmu Komunikasi UAD, menekankan bahwa pembuatan desain yang baik tidak cukup hanya dengan memilih template yang tersedia di Canva. Sebelum masuk ke tahap praktik, pengguna perlu memahami prinsip-prinsip dasar desain.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi penggunaan elemen visual, pemilihan warna, komposisi, serta kesesuaian desain dengan tema dan tujuan pesan yang ingin disampaikan.

Menurut Indah, pemahaman terhadap prinsip tersebut membantu pengguna menentukan elemen visual yang tepat sehingga desain tidak sekadar terlihat menarik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara efektif.

Ia juga mendorong peserta untuk memperluas referensi dengan mengamati berbagai konten di media sosial. Sikap terbuka terhadap perkembangan tren desain, disertai latihan secara konsisten, dapat membantu meningkatkan kemampuan sekaligus menemukan karakter visual yang sesuai dengan personal branding masing-masing.

Terkait penggunaan AI, Indah menjelaskan bahwa teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu mencari ide maupun mengembangkan narasi. Namun, pengguna tetap perlu memiliki pemahaman dasar mengenai desain serta mengolah hasil yang diperoleh agar sesuai dengan gagasan dan kebutuhan konten.

“AI perlu digunakan dengan bijak. Kita tetap perlu memiliki ide sendiri dan memahami prinsip desain, termasuk warna dan tata letak. Teknologi bisa membantu, tetapi kreativitas dan keputusan akhir tetap perlu kita perhatikan,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, MPI PWM DIY berharap semakin banyak kader dan pengelola media sosial Muhammadiyah yang mampu menghasilkan konten berkualitas, kreatif, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, media digital dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sebagai sarana publikasi, komunikasi, dan dakwah yang menjangkau masyarakat luas.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow