Tauhid Fungsional Lahirkan Amal Nyata, PCM Sleman Ajak Warga Dukung AmbulanMu Gratis untuk Semua
SLEMAN — Tauhid dalam Muhammadiyah tidak berhenti pada keyakinan kepada Allah ﷻ, tetapi diwujudkan melalui amal nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Prinsip tauhid fungsional inilah yang melahirkan berbagai amal usaha Muhammadiyah (AUM), mulai dari rumah sakit, sekolah, hingga panti asuhan.
Hal tersebut disampaikan Ustaz M. Husnaini, Ph.D., dosen Universitas Islam Indonesia (UII) sekaligus anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam Pengajian Ahad Kliwon Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sleman, Ahad (26/10).
Pengajian berlangsung di Gedung Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) Sleman, Ngangkrik, Triharjo, Sleman. Kegiatan ini diikuti warga Muhammadiyah se-Cabang Sleman, termasuk guru, staf, dan karyawan amal usaha Muhammadiyah di wilayah tersebut.
Pengajian rutin Ahad Kliwon PCM Sleman diselenggarakan secara bergiliran dengan melibatkan pimpinan ranting sebagai tuan rumah. Pada kesempatan kali ini, PRM dan PRA Sleman menjadi penyelenggara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan nasyid dari TPA Ar Rohmat, Ngangkrik. Selain pengajian, Klinik Pratama 'Aisyiyah Panggeran, Triharjo, Sleman, turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada peserta.

Ketua PRM Sleman, H. Muh Hasim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga diisi dengan pentasyarufan secara simbolis bantuan dana pendidikan dari LAZISMU Cabang Sleman bagi anak usia sekolah yang membutuhkan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kantor Layanan LAZISMU Sleman yang secara rutin menyalurkan bantuan pendidikan setiap tahun.
Selain pentasyarufan dana pendidikan, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Sleman dan Nasyiatul 'Aisyiyah Sleman.

Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Sleman yang baru dikukuhkan dipimpin Rafik Tri Hardian, M.Pd., sebagai ketua, Ikhsan Fajar Hanafi sebagai sekretaris, dan Muhammad Ismu Arif sebagai bendahara.
Sementara itu, Pimpinan Ranting Nasyiatul 'Aisyiyah Sleman dipimpin Ibni Hafzah Wahidatul Azizah sebagai ketua, Andhiva Maya Utami sebagai sekretaris, dan Aqilla Naura Madina sebagai bendahara.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kaderisasi dan keberlanjutan gerakan Muhammadiyah di tingkat ranting.

Dalam sambutannya, Ketua PCM Sleman, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mengungkapkan rasa syukur atas turunnya hujan setelah sejumlah titik Muhammadiyah melaksanakan salat istisqa.
Ia juga mengajak warga Muhammadiyah untuk memberikan doa dan dukungan terhadap pembangunan Gedung Dakwah PCM Sleman yang direncanakan memiliki tiga lantai.
Selain pembangunan gedung dakwah, ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat luas mendukung pengadaan AmbulanMu Cabang Sleman yang direncanakan memberikan layanan gratis bagi semua umat.
“Monggo juga didukung pengadaan AmbulanMu Cabang Sleman, gratis untuk semua umat,” ajaknya.
Pengadaan AmbulanMu tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan sosial dan kesehatan kepada masyarakat tanpa membatasi penerima manfaat berdasarkan latar belakang organisasi maupun golongan.
Dalam ceramahnya, Ustaz M. Husnaini menjelaskan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang menjalankan dakwah amar makruf nahi munkar serta tajdid atau pembaruan, dengan berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Menurutnya, Islam Berkemajuan merupakan cara pandang Muhammadiyah dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Gagasan tersebut terangkum dalam lima risalah Islam Berkemajuan.

Pertama, berlandaskan tauhid. Muhammadiyah meyakini bahwa Allah ﷻ adalah satu-satunya Tuhan yang disembah. Namun, tauhid tidak cukup hanya menjadi keyakinan personal, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
“Di Muhammadiyah itu tauhid fungsional, sehingga melahirkan rumah sakit, sekolah, panti asuhan, dan lain-lain,” jelasnya.
Melalui prinsip tersebut, keyakinan kepada Allah diwujudkan dalam berbagai bentuk pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kedua, bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunnah al-Maqbulah. Dalam menjalankan gerakannya, Muhammadiyah menjadikan Al-Qur'an dan hadis yang dapat diterima sebagai landasan utama. As-Sunnah al-Maqbulah mencakup hadis sahih dan hasan.
Ketiga, menghidupkan ijtihad dan tajdid. Muhammadiyah mendorong penggunaan pemikiran yang sungguh-sungguh dalam memahami ajaran Islam sekaligus melakukan pembaruan agar nilai-nilai Islam dapat menjawab perkembangan zaman.
Keempat, mengembangkan Islam wasathiyah. Islam wasathiyah merupakan sikap beragama yang moderat, tegas dalam pendirian, tetapi tetap berwawasan luas. Karena itu, umat Islam perlu menghormati perbedaan dan tidak mudah mengafirkan pihak lain.
Kelima, mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. Islam harus menghadirkan kasih sayang dan kemanfaatan bagi seluruh kehidupan. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi manusia dan lingkungan.
Ustaz M. Husnaini menegaskan bahwa kelima risalah tersebut menunjukkan bahwa Islam Berkemajuan tidak hanya berbicara tentang pemahaman keagamaan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Islam diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pengajian rutin, pentasyarufan dana pendidikan, penguatan kader di tingkat ranting, serta rencana pengadaan AmbulanMu, PCM Sleman terus mendorong dakwah yang berorientasi pada pelayanan dan kemaslahatan umat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow