MPI PDM Kota Yogyakarta Gelar Seminar Branding Digital Sekolah Muhammadiyah

MPI PDM Kota Yogyakarta Gelar Seminar Branding Digital Sekolah Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta menggelar seminar Digital Branding of Muhammadiyah School di Ruang Amphitarium Lantai 9 Gedung KH. Ahmad Dahlan Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jumat (12/6). Seminar ini diikuti guru dan kepala sekolah dari jenjang TK ABA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta.

Seminar dibuka Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani, M.S.I., dan menghadirkan narasumber Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A., Dosen Ilmu Komunikasi UAD sekaligus Ketua MPI PDM Kota Yogyakarta; Prof. Dr. Adhianty Nurjanah, M.Si., dosen Ilmu Komunikasi UMY; serta Muhammad Arfian Hariz, S.Ag., kreator konten SD Muhammadiyah Parakan.

Dalam sambutannya, Aris Madani menegaskan bahwa penguatan branding sekolah perlu diiringi dengan peningkatan kualitas manajemen dan pembelajaran.

“Belajar branding sekolah dan madrasah penting agar ke depan sekolah semakin baik dan hebat. Namun, hal itu harus diikuti dengan perbaikan manajemen dan proses pembelajaran,” ujarnya.

Menurut Aris, sekolah Muhammadiyah juga perlu memanfaatkan ruang digital sebagai media dakwah. Ia menekankan bahwa branding bukan sekadar ajang menunjukkan keunggulan, melainkan sarana memperluas manfaat dan memperkenalkan nilai-nilai Muhammadiyah kepada masyarakat.

“Branding bukan untuk sombong-sombongan. Dunia digital harus digalakkan, dan ruang maya yang sangat terbuka perlu dimasuki sekolah-sekolah Muhammadiyah,” katanya.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi dan penguatan akhlak harus berjalan beriringan. Semangat amar makruf di ruang digital serta upaya membangun reputasi Muhammadiyah dan Aisyiyah di dunia maya menjadi bagian penting dalam melanjutkan perjuangan KH Ahmad Dahlan.

Sementara itu, Choirul Fajri menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi wajah Muhammadiyah di tengah masyarakat.

“Di era digital, persepsi masyarakat terhadap sekolah banyak dibentuk melalui ruang digital. Karena itu, reputasi digital merupakan aset jangka panjang yang menentukan tingkat kepercayaan publik dan masa depan sekolah,” jelasnya.

Menurut Choirul, sekolah Muhammadiyah merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan umat, bangsa, dan persyarikatan. Karena itu, pembangunan identitas dan branding yang kuat menjadi langkah strategis agar sekolah Muhammadiyah semakin dipercaya dan menjadi pilihan utama masyarakat Yogyakarta.

Senada dengan itu, Adhianty Nurjanah menyampaikan bahwa branding digital kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan oleh lembaga pendidikan.

“Branding digital saat ini menjadi sangat penting karena menjadi gerbang utama masyarakat dalam mengenal sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengulas fenomena persaingan antar-sekolah di era digital yang semakin ketat, sehingga setiap lembaga pendidikan perlu membangun citra yang kuat, autentik, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow