Milad ke-24, LAZISMU Perkuat Integrasi Tata Kelola ZISKA untuk Perluas Dampak Pemberdayaan Umat

Milad ke-24, LAZISMU Perkuat Integrasi Tata Kelola ZISKA untuk Perluas Dampak Pemberdayaan Umat

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA — LAZISMU memperingati Milad ke-24 pada 4 Juli 2026 dengan mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak”. Momentum tersebut menjadi penegasan komitmen Lazismu untuk memperkuat sinergi kelembagaan dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA) agar semakin berdampak bagi pemberdayaan umat.

Ketua Badan Pengurus LAZISMU Pusat, Ahmad Imam Mujaddid Rais, mengatakan integrasi menjadi strategi penting dalam membangun tata kelola lembaga yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, konsep integrasi berangkat dari nilai dasar Islam yang menekankan kesatuan dan keterhubungan antarunsur dalam menjalankan amanah kemanusiaan.

“Integrasi adalah sunnatullah. Terinspirasi dari tauhid yang menjadi fondasi kesatuan ketuhanan, kesatuan penciptaan, dan kesatuan kemanusiaan. Integrasi menautkan setiap hierarki kelembagaan LAZISMU dalam satu kesatuan sistem,” ujarnya, Selasa (7/7).

Ia menjelaskan, penguatan integrasi diwujudkan melalui prinsip Satu Sistem, Satu Gerak, dan Satu Tujuan. Melalui pendekatan tersebut, seluruh proses pengelolaan ZISKA, mulai dari penghimpunan, pengelolaan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga pelaporan dapat berjalan dalam satu arah kebijakan.

Sistem yang terintegrasi, lanjutnya, memungkinkan LAZISMU di tingkat pusat, wilayah, hingga daerah bergerak lebih sinergis. Selain memperkuat koordinasi internal, langkah tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Agama, BAZNAS, dan lembaga kemanusiaan lainnya.

Ahmad menilai pemanfaatan teknologi dan integrasi data menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola LAZISMU. Menurutnya, sistem digital dapat mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan kualitas pelaporan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana umat.

“Integrasi data dan teknologi akan mempercepat pengambilan keputusan, memudahkan pelaporan, serta meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik. Muaranya adalah menghadirkan kebermanfaatan yang semakin luas bagi pemberdayaan umat dan kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama LAZISMU, Barry Adhitya, menyampaikan bahwa penguatan integrasi menjadi bagian dari arah strategis dalam Rencana Strategis (Renstra) Lazismu 2025–2030.

“Sesuai amanat RENSTRA LAZISMU 2025–2030, kami bertekad menghadirkan ekosistem ZISKA yang terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Memasuki usia 24 tahun, Barry mengatakan LAZISMU akan memprioritaskan beberapa agenda utama, di antaranya penguatan tata kelola organisasi, pengembangan program pemberdayaan yang berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas dan profesionalitas amil.

Menurutnya, integrasi perencanaan dan pelaksanaan program berbasis teknologi akan memperkuat dampak pengelolaan ZISKA sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada muzaki maupun penerima manfaat.

Peringatan Milad ke-24 menjadi momentum bagi LAZISMU untuk memperkuat perannya sebagai lembaga filantropi Islam yang profesional dan terpercaya. Melalui pengelolaan ZISKA yang terintegrasi, Lazismu berharap dapat terus mendukung pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan umat, serta memperluas manfaat sosial bagi kelompok yang membutuhkan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow