Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ajak Umat Perkuat Filantropi Islam dan Persatuan di Tahun Baru Hijriah
PURBALINGGA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, menghadiri sekaligus menyampaikan tausiyah dalam Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Lapangan Krida Utama, Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (27/6). Kegiatan yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Limbangan tersebut dihadiri sekitar 10 ribu warga Muhammadiyah.
Mengusung tema "Muharram sebagai Muhasabah dan Persatuan Umat", tabligh akbar ini turut dihadiri Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, jajaran Forkopimda, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Purbalingga, organisasi otonom Muhammadiyah, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), guru, pegawai, serta tokoh masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Abdul Mu'ti mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum memperkuat filantropi Islam untuk memajukan pendidikan sekaligus mempererat persatuan umat. Menurutnya, kekuatan umat tidak hanya dibangun melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang diwujudkan dalam zakat, infak, sedekah, wakaf, hibah, dan hadiah.
"Untuk menjadi umat yang kuat yaitu melaksanakan filantropi Islam berupa sedekah, zakat, infak, wakaf, hibah, dan hadiah. Semua diberikan kepada manusia karena iman," ujarnya.
Ia menegaskan, dana filantropi harus dikelola secara amanah dan produktif, terutama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, mencerdaskan umat merupakan amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir.
Selain itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut mengajak para pemimpin meninggalkan pola kepemimpinan yang birokratis dan mempersulit masyarakat. Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang mudah, cepat, dan membahagiakan agar mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
"Ketika membekali Muadz bin Jabal sebagai gubernur, Rasul berpesan untuk mempermudah urusan, bukan mempersulit. Sebagai pemimpin juga harus membahagiakan, jangan menakut-nakuti," tuturnya.
Abdul Mu'ti juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan persoalan melalui nasihat dan musyawarah.
"Kalau salah, berikan nasihat. Kalau ada masalah mari dimusyawarahkan, karena salah satu ciri bangsa Indonesia adalah bangsa yang rukun dan suka bermusyawarah," tegasnya.
Menutup tausiyahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum muhasabah dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Ia mengingatkan agar setiap orang memperbaiki diri sebelum menghakimi orang lain serta mengamalkan ilmu demi kemaslahatan masyarakat.
Di bidang pendidikan, Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah meningkatkan mutu pendidikan melalui program revitalisasi puluhan ribu sekolah di seluruh Indonesia agar sekolah menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak.
"Mari berhijrah dari kebiasaan yang tidak baik menjadi kebiasaan yang baik, dari kebiasaan yang merusak menjadi kebiasaan yang memperbaiki masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.
"Kalau Purbalingga ingin maju, Muhammadiyah memiliki peranan yang sentral dan sangat penting bagi daerah ini. Terima kasih kepada Muhammadiyah yang selama ini telah berkontribusi besar memajukan sektor pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Purbalingga," ujarnya.
Fahmi juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang akan membangun Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Purbalingga dengan nilai investasi sekitar Rp250 miliar.
"Kami juga berterima kasih atas dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang menghadirkan program pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Purbalingga. Investasi sekitar Rp250 miliar ini diharapkan menjadi pusat pendidikan bagi talenta-talenta terbaik sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Purbalingga di masa depan," tambahnya.
Ketua Panitia Tabligh Akbar, Dedi Priyantoro, M.Pd., mengapresiasi kehadiran Abdul Mu'ti dalam kegiatan tersebut. Ia berharap tabligh akbar menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan semangat bermuhammadiyah di Tahun Baru Hijriah.
"Gerakan Muhammadiyah harus semakin semarak dengan memperkuat amar makruf nahi mungkar serta terus berhijrah ke arah yang lebih baik demi meraih rida Allah SWT," katanya.
Menurut Dedi, berbagai program Muhammadiyah di tingkat cabang diharapkan mampu memperluas syiar Islam sekaligus mendorong masyarakat untuk terus memperbanyak amal saleh dan meneladani Rasulullah ﷺ.
Acara yang berlangsung tertib dengan pengamanan gabungan personel KOKAM Surya Soedirman, kepolisian, dan Pemuda Pancasila itu ditutup dengan pengundian tiga hadiah umrah bagi para jamaah. Penerima hadiah tersebut adalah Sukmini, guru MI Muhammadiyah Cabang Purbalingga; Laeli Rohmatunnangimah, guru PAUD Al-Hikmah Limbangan; serta Yundarti, guru SDN 2 Cendana.
Tiga hadiah umrah tersebut merupakan sumbangan dari Abdul Mu'ti, Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., selaku Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, serta Santika Global Travelindo sebagai bentuk apresiasi sekaligus syiar semangat berbagi kepada masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow