LPP PWM Jawa Tengah Dorong Pengasuhan Pesantren Tanpa Bullying, Ciptakan Lingkungan Belajar yang Empatik dan Edukatif

LPP PWM Jawa Tengah Dorong Pengasuhan Pesantren Tanpa Bullying, Ciptakan Lingkungan Belajar yang Empatik dan Edukatif

Smallest Font
Largest Font

KEBUMEN — Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar Pelatihan Kepengasuhan Pesantren Zero Bullying di Pesantren Modern Wiriosoedarmo Muhammadiyah (TrenMu) Gombong, Kebumen pada Selasa (27/1). Acara ini dihadiri oleh 90 peserta yang terdiri dari perwakilan Pesantren Muhammadiyah se-Korwil Karesidenan Banyumas, yang meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Masing-masing pesantren mengirimkan satu mudir dan dua musyrif/musyrifah.

Mudir Pesantren Modern Wiriosoedarmo Muhammadiyah Gombong, Ustaz Heri Pramono, S.Pd., sebagai tuan rumah acara, memberikan apresiasi atas kepercayaan LPP PWM Jawa Tengah. Ia menilai pelatihan ini sangat relevan dengan tantangan kepengasuhan pesantren di era modern.

“Pelatihan Kepengasuhan Zero Bullying merupakan langkah penting untuk memperkuat komitmen pesantren Muhammadiyah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan berkeadaban bagi santri,” ungkapnya. Ia juga berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga menghasilkan langkah nyata untuk menciptakan kesepahaman bersama antar-pesantren.

Ketua Korwil Karesidenan Banyumas LPP PWM Jawa Tengah, Kyai Arif Fauzi, Lc., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman secara fisik, psikis, dan sosial. Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga harus menjadi tempat yang bebas dari kekerasan dan perundungan.

“Pesantren Zero Bullying bukan hanya sekadar slogan, tetapi sebuah sistem kepengasuhan yang terencana, sadar, dan berkelanjutan. Mudir dan musyrif memainkan peran penting dalam menciptakan budaya pengasuhan yang adil, empatik, dan mendidik,” tegasnya.

Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama bertajuk “Kepemimpinan Kepengasuhan Pesantren Muhammadiyah Menuju Zero Bullying”, disampaikan oleh Kyai Arif Fauzi, yang menekankan pentingnya kepemimpinan mudir dalam membangun sistem pesantren yang berkeadilan dan berkemajuan.

“Kepemimpinan mudir menjadi kunci dalam menciptakan pesantren yang bebas dari bullying dan penuh dengan nilai-nilai keadilan serta kemajuan,” katanya.

Sesi kedua yang disampaikan oleh Rosyid Ahmad Faruq, S.Psi., praktisi pendidikan dan psikolog pesantren, mengangkat materi tentang “Strategi Psiko-Edukatif dalam Pencegahan dan Penanganan Bullying di Pesantren”. Rosyid menekankan pentingnya pendekatan psikologis dan edukatif dalam menangani masalah bullying di pesantren.

“Pencegahan bullying (perundungan) memerlukan pendekatan psiko-edukatif yang lebih menekankan pada pembinaan karakter santri, bukan sekadar hukuman,” ujarnya.

Pelatihan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 14.30 WIB ini dimulai dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Acara kemudian dibuka dengan sambutan dari tuan rumah, LP2 PDM Kebumen, dan Korwil Karesidenan Banyumas.

Melalui kegiatan ini, LPP PWM Jawa Tengah berharap dapat terjalin sinergi yang kuat antar-pesantren Muhammadiyah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan Islam yang aman, nyaman, dan berkemajuan, serta menjadi teladan dalam pengelolaan kepengasuhan pesantren di Indonesia.

(Tarqum Aziz/JurnalisMu Banyumas Raya)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow