LAZISMU DIY Gelar Sekolah Amil Profesional, Perkuat Kompetensi dan Sertifikasi Amil Unggulan

LAZISMU DIY Gelar Sekolah Amil Profesional, Perkuat Kompetensi dan Sertifikasi Amil Unggulan

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Sebagai organisasi Islam berkemajuan, Muhammadiyah terus berupaya mengembangkan kualitas sumber daya manusia di berbagai bidang, termasuk para amil LAZISMU yang menjadi garda terdepan dalam penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah secara tepat sasaran sesuai regulasi dan standar operasional yang berlaku.

Sadar akan hal tersebut, LAZISMU DIY berinisiatif membuka program Sekolah Amil Profesional pada Sabtu (9/5) di SD Muhammadiyah Sokonandi Unit 2, Yogyakarta. Diikuti 40 peserta dari Kantor Layanan LAZISMU se-DIY, sekolah ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas, profesionalisme, serta kompetensi amil Muhammadiyah dalam mengelola dana amanah umat.

Ketua LAZISMU DIY, Jefree Fahana, M.Kom. berharap melalui program tersebut para amil dapat tumbuh menjadi pribadi yang profesional sekaligus tetap menjaga nilai ketawadhuan dan keikhlasan dalam bertugas.

“Harapannya para amil bisa semakin profesional dan terus tawadhu serta ikhlas dalam menjalankan amanah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program Sekolah Amil Profesional akan berlangsung mulai 9 Mei hingga Juli 2026 dan dilaksanakan setiap hari Sabtu dalam dua sesi pembelajaran.

Menurutnya, konsep pelatihan dirancang agar peserta tetap dapat menjalankan aktivitas kerja secara optimal pada hari kerja, sementara kegiatan Sabtu menjadi ruang penguatan kapasitas sekaligus silaturahim antaramil.

“Kita anggap ini sebagai refreshing dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sekaligus mempererat silaturahim. Semakin banyak berdiskusi, semakin banyak ilmu yang didapat,” katanya.

Jefree juga mengajak seluruh peserta mengikuti proses pembelajaran secara mendalam dan menyenangkan demi mewujudkan lembaga zakat Muhammadiyah yang profesional dan berkemajuan. Bahkan dalam pelaksanaannya, panitia kegiatan berasal dari para penerima beasiswa LAZISMU DIY.

Selama pelatihan, peserta akan memperoleh berbagai materi strategis, di antaranya fiqih kontemporer, penerimaan dan kelayakan mustahik, pengelolaan keuangan, hingga fundraising. Kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi antarpeserta, studi kasus, praktik langsung, serta tugas mandiri setelah sesi materi berlangsung.

Menariknya, program ini juga terintegrasi dengan uji sertifikasi profesi melalui kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Muhammadiyah (LSPMu) yang terhubung dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melalui program tersebut, LAZISMU DIY berharap lahir amil-amil Muhammadiyah yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, spiritualitas, dan profesionalisme dalam mengelola amanah umat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow