KOPDAR SUMU DKI Jakarta 2026 Siap Digelar, Perkuat Kolaborasi UMKM Menuju Industrialisasi Indonesia
JAKARTA — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Lembaga Pengembang UMKM (LP-UMKM) PWM DKI Jakarta, dan LP-UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menggelar KOPDAR SUMU DKI Jakarta 2026 pada Sabtu (8/8), di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya Nomor 49, RT.5/RW.3, Kenari, Senen, Jakarta Pusat.
Mengusung tema "Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia", kopdar ini menjadi forum konsolidasi bagi pelaku usaha, UMKM, profesional, dan warga Muhammadiyah di Jakarta serta Bodetabek untuk memperkuat jejaring, membangun kolaborasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi umat melalui sinergi bisnis yang berkelanjutan.
Ketua LP-UMKM PWM DKI Jakarta sekaligus Koordinator Wilayah SUMU DKI Jakarta, Nosri Sahibi, S.E., menegaskan bahwa KOPDAR SUMU bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan langkah strategis dalam membangun ekosistem usaha yang saling menguatkan.
"Muhammadiyah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Melalui KOPDAR SUMU, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan para pelaku usaha untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan melahirkan kolaborasi yang berdampak bagi kemajuan ekonomi umat serta pembangunan bangsa," ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Bendahara PWM DKI Jakarta sekaligus Koordinator Bidang LP-UMKM, Ramilan, S.E., M.M., menilai penguatan kelembagaan ekonomi harus dimulai dari sinergi antarpelaku usaha.
"Ekosistem bisnis yang kuat dibangun melalui kepercayaan dan kolaborasi. Karena itu, kami mendorong agar para pengusaha Muhammadiyah tidak berjalan sendiri, melainkan saling membuka peluang kemitraan sehingga mampu naik kelas bersama," katanya.
Sementara itu, Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abubakar, S.E., M.M., menegaskan bahwa penguatan kemandirian ekonomi merupakan bagian penting dari dakwah berkemajuan Muhammadiyah.
"Industrialisasi Indonesia memerlukan pelaku usaha yang memiliki integritas, inovasi, dan semangat gotong royong. Muhammadiyah siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan membangun ekosistem usaha yang profesional, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat," ungkapnya.
Ketua LP-UMKM PP Muhammadiyah, apt. Toni Firmansyah, S.Farm., menambahkan bahwa pengembangan UMKM harus diarahkan menuju transformasi industri yang memiliki daya saing tinggi.
"Saat ini UMKM tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus mampu bertumbuh, berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan masuk ke rantai nilai industri. SUMU hadir sebagai wadah yang menghubungkan potensi-potensi tersebut agar mampu berkembang secara berkelanjutan," jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua LP-UMKM PP Muhammadiyah yang juga Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim, M.P.A., menyebut KOPDAR SUMU menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring bisnis lintas daerah.
"Kami ingin membangun gerakan ekonomi yang saling menghidupkan. Ketika pengusaha Muhammadiyah saling terhubung, saling membeli, saling memasarkan, dan saling mengembangkan usaha, maka akan lahir ekosistem bisnis yang kokoh dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional," tuturnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan Branding & Marketing Expert sekaligus CEO Komunet Indonesia, Apik Syamsul Rijal, S.Sos., C.PS., C.Ctr., C.PSE., yang akan membagikan strategi membangun merek dan pemasaran di era digital.
Menurut Apik, pelaku usaha tidak lagi cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga harus mampu membangun identitas merek yang kuat dan memanfaatkan teknologi digital.
"Di tengah persaingan yang semakin ketat, kualitas produk saja tidak cukup. Pelaku usaha harus mampu membangun branding yang kuat, memahami perilaku pasar, dan memanfaatkan teknologi digital agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," ujarnya.
Selain sesi diskusi dan konsolidasi ekosistem bisnis Muhammadiyah, KOPDAR SUMU DKI Jakarta 2026 juga akan menghadirkan agenda business matching dan networking yang dirancang untuk membuka peluang kerja sama antarpelaku usaha. Panitia turut menyediakan fasilitas snack, makan siang, dan coffee break bagi seluruh peserta.
Pendaftaran dibuka dengan kuota terbatas. Biaya early bird sebesar Rp60.000 berlaku bagi 30 peserta pertama, sedangkan biaya registrasi normal sebesar Rp80.000.
Melalui penyelenggaraan KOPDAR SUMU DKI Jakarta 2026, Muhammadiyah berharap lahir semakin banyak kolaborasi usaha yang mampu meningkatkan daya saing UMKM, memperkuat ekosistem bisnis Muhammadiyah, serta mendukung terwujudnya industrialisasi Indonesia yang berkelanjutan dan berkemajuan.
Anda bisa mendaftarkan diri mulai dari sekarang melalui kontak resmi panitia.

What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow