Khutbah Iduladha 1447 H, Ridwan Furqoni Ajak Umat 'Menyembelih' Hawa Nafsu demi Kemaslahatan Bangsa
BANTUL — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Ridwan Furqoni, M.P.I. mengajak umat Islam menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat semangat pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial demi membangun umat dan bangsa yang lebih baik.
Pesan itu disampaikan dalam khutbah Salat Iduladha 1447 H di Lapangan Sultan Agung Pleret, Bantul, Rabu (27/5).
Ridwan menggambarkan suasana spiritual umat Islam sedunia yang tengah berkumpul di Tanah Suci menunaikan ibadah haji. Jutaan muslim dari berbagai bangsa, suku, dan budaya memenuhi panggilan Allah SWT dengan menggemakan talbiyah.
Menurutnya, semangat yang sama juga dirasakan umat Islam di berbagai penjuru dunia yang merayakan Hari Raya Iduladha dengan puasa Arafah, Salat Id, hingga penyembelihan hewan kurban.
“Hari Raya Iduladha atau hari raya kurban tidak dapat dilepaskan dari kisah teladan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. Keduanya menunjukkan ketaatan luar biasa kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ujian yang dialami Nabi Ibrahim a.s. ketika diperintahkan menyembelih putranya menjadi pelajaran penting bagi umat Islam bahwa setiap manusia akan diuji sesuai kadar iman dan ketakwaannya.
Ridwan juga mengingatkan perjuangan Rasulullah ﷺ dan para sahabat dalam menegakkan Islam pada masa awal dakwah. Menurutnya, pengorbanan para sahabat tidak hanya berupa tenaga dan pikiran, tetapi juga harta hingga nyawa.
“Perjuangan dan pengorbanan itu sesungguhnya belum berakhir sampai hari ini. Hanya bentuk tantangannya yang berbeda,” katanya.
Ia menyoroti berbagai persoalan bangsa saat ini, mulai dari ketimpangan pendidikan dan kesehatan, persoalan ekonomi, korupsi, kolusi, nepotisme, jual beli jabatan, hingga kerusakan lingkungan dan kegaduhan sosial akibat perbedaan politik.
Menurut Ridwan, semua persoalan tersebut membutuhkan semangat pengorbanan dan kerja bersama sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim a.s.
Ia pun mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka berusaha mengubah keadaan dirinya sendiri.
Dalam khutbahnya, Ridwan menegaskan bahwa Iduladha sejatinya mengajarkan manusia untuk “menyembelih” hawa nafsu yang dapat merusak kehidupan pribadi maupun sosial.
Bagi pemimpin, kata dia, pengorbanan itu diwujudkan dengan menanggalkan ego pribadi dan kelompok demi kemaslahatan umat. Jabatan harus dijalankan dengan kejujuran, keadilan, dan amanah, bukan untuk memperkaya diri melalui suap maupun penyalahgunaan kekuasaan.
Sementara bagi pedagang, semangat kurban diwujudkan dengan menjaga kejujuran dalam transaksi dan menjauhi praktik curang demi meraih keuntungan sesaat.
Adapun bagi pekerja dan karyawan, pengorbanan diwujudkan dengan bekerja sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab untuk memperoleh rezeki yang halal dan baik.
Ridwan juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan hidup sebagai amanah Allah SWT kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi.
“Kita sembelih hawa nafsu yang mendorong eksploitasi alam secara membabi buta. Alam ini adalah titipan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tuturnya.
Ia menegaskan, penyembelihan hewan kurban tidak boleh berhenti sebagai ritual tahunan semata, tetapi harus melahirkan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika iman melekat dalam diri, maka kita harus berani menyembelih hawa nafsu yang membawa pada keburukan pribadi, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.
Menutup khutbahnya, Ridwan mengajak jamaah untuk terus memohon bimbingan Allah SWT agar diberi kekuatan menjadi pribadi yang kokoh, mampu menjaga diri dari keburukan, serta istiqamah menebarkan kemaslahatan bagi umat dan negeri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow