Hibah PP 'Aisyiyah Perkuat Kolaborasi UNISA Yogya dan PDNA Kulon Progo melalui PASHMINA MENTARI

Hibah PP 'Aisyiyah Perkuat Kolaborasi UNISA Yogya dan PDNA Kulon Progo melalui PASHMINA MENTARI

Smallest Font
Largest Font

KULON PROGO — Upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sejak usia muda dilakukan melalui program PASHMINA MENTARI (Menabung Kesehatan Remaja untuk Tua Mandiri) di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo, Ahad (11/10). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan program hibah Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah yang dilaksanakan melalui kolaborasi Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) dan Pimpinan Daerah Nasyiatul 'Aisyiyah (PDNA) Kulon Progo.

Sebanyak 30 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi edukasi kesehatan, pre-test dan post-test, serta simulasi skrining kesehatan dasar. Program ini dirancang untuk mengembangkan PASHMINA sebagai ruang promosi dan pencegahan masalah kesehatan sekaligus meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan edukasi kepada remaja.

Materi yang diberikan mencakup kesehatan sepanjang siklus kehidupan, pencegahan penyakit tidak menular, pengenalan faktor risiko metabolik, hingga keterampilan dasar melakukan skrining kesehatan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PDM Kulon Progo, H. Alip Mulyono, S.Pd., M.S.I., menyampaikan bahwa organisasi memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat.

“Kesehatan remaja perlu menjadi perhatian bersama karena kebiasaan yang terbentuk hari ini akan berpengaruh pada kualitas hidup mereka pada masa yang akan datang. Kami menyambut baik kegiatan yang memadukan edukasi dengan praktik sehingga peserta memiliki pengalaman yang dapat diterapkan kembali di lingkungannya,” ungkapnya.

Ketua PDNA Kulon Progo, Faizatunnisa Khoiroti, S.Pd., menegaskan bahwa penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program PASHMINA.

Menurutnya, kader tidak cukup hanya memahami materi kesehatan, tetapi juga perlu memiliki kepercayaan diri untuk mengajak, mendampingi, dan berkomunikasi dengan teman sebaya.

“Kami ingin PASHMINA semakin hidup sebagai ruang belajar remaja. Kader perlu dibekali bukan hanya dengan materi kesehatan, tetapi juga dengan kepercayaan diri untuk mengajak, mendampingi, dan berkomunikasi dengan teman sebaya. Dengan cara itu, manfaat kegiatan bisa menjangkau lebih banyak remaja,” ujarnya.

Materi pertama disampaikan oleh Ns. Zubaida Rohmawati, S.Kep., MPH, yang membahas healthy ageing atau penuaan sehat serta pentingnya mempersiapkan kesehatan sejak usia muda. Peserta diajak memahami keterkaitan kebiasaan sehari-hari dengan kualitas kesehatan jangka panjang, mulai dari aktivitas fisik, pola tidur, kesehatan mental, pengelolaan stres, relasi sosial, hingga pengambilan keputusan terkait gaya hidup sehat.

Melalui materi tersebut, peserta didorong memahami bahwa upaya pencegahan penyakit tidak baru dimulai ketika seseorang memasuki usia lanjut, melainkan perlu dibangun sejak remaja.

Selanjutnya, Indriani, SKM., MSc., menyampaikan materi tentang faktor risiko penyakit metabolik. Pembahasan meliputi pola makan seimbang, aktivitas fisik, status berat badan, indeks massa tubuh (IMT), serta pentingnya deteksi dini.

Peserta diperkenalkan dengan sejumlah faktor risiko, seperti kelebihan berat badan, tekanan darah meningkat, pola makan tidak seimbang, dan kurangnya aktivitas fisik yang dapat berkontribusi terhadap munculnya masalah kesehatan di kemudian hari. Materi juga menekankan pentingnya perubahan kebiasaan secara bertahap dan realistis agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Untuk mengukur efektivitas edukasi, peserta mengikuti pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah seluruh rangkaian kegiatan. Evaluasi tersebut digunakan untuk melihat perubahan pemahaman peserta sekaligus menjadi bagian dari dokumentasi pelaksanaan program.

Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga mengikuti simulasi skrining kesehatan dasar. Praktik ini mencakup pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, perhitungan IMT, denyut nadi, dan frekuensi pernapasan. Peserta juga diperkenalkan dengan prinsip pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol secara aman.

Salah satu peserta, Nurrahmah Awalunnisa KP, yang juga merupakan Anggota Bidang Kesehatan Lingkungan, menilai perpaduan teori dan praktik menjadi salah satu hal penting dalam kegiatan tersebut.

“Kami tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga diajak memahami bagaimana skrining dilakukan dan bagaimana hasilnya dibaca secara sederhana. Ini penting untuk kader karena nantinya kami bisa lebih percaya diri saat mendampingi kegiatan kesehatan,” ujarnya.

Pengalaman serupa disampaikan Hanistiani dari PCNA Pengasih. Ia mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan.

“Selama ini kita sering berpikir pemeriksaan kesehatan dilakukan ketika sudah merasa sakit. Dari kegiatan ini saya memahami bahwa mengenali risiko lebih awal justru penting agar kita bisa memperbaiki kebiasaan sebelum muncul masalah,” katanya.

Sementara itu, Hilda Anda Risma dari PCNA Girimulyo menilai materi yang disampaikan relevan untuk diteruskan dalam kegiatan organisasi di tingkat cabang. Menurutnya, kader memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh teman sebaya.

“Banyak pesannya yang bisa dibawa ke kegiatan remaja di tingkat cabang karena bahasanya mudah dipahami. Saya juga tertarik dengan bagaimana kader dapat menyampaikan informasi kesehatan tanpa menggurui teman sebaya,” ungkapnya.

Melalui PASHMINA MENTARI, dukungan hibah PP 'Aisyiyah diwujudkan dalam penguatan kapasitas komunitas di tingkat daerah. Kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi, dan kader remaja ini diharapkan mampu memperluas promosi kesehatan, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini faktor risiko, serta membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow