Haedar Nashir Dorong Penelitian PTMA Gunakan Pendekatan Multiperspektif
TANGERANG — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa sifat tengahan atau moderat Muhammadiyah harus menjadi ruh gerakan, termasuk dalam aktivitas akademik dan penelitian di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA). Hal itu disampaikan Haedar saat memberikan arahan di hadapan Forum Rektor PTMA pada Senin (18/5) di Tangerang.
Dalam pemaparannya, Haedar mencontohkan penelitian mengenai gender yang menurutnya perlu dikaji dengan pendekatan yang seimbang dan tidak berpihak pada pandangan ekstrem.
Menurut dia, Muhammadiyah memiliki perspektif tersendiri dalam melihat isu gender, yakni tidak terlalu liberal yang membolehkan seluruh bentuk peran tanpa batas, tetapi juga tidak konservatif yang membatasi peran perempuan secara kaku.
“Pekerjaan penelitian intinya tidak pada dominasi dan hegemoni. Maka jangan sepenuhnya teori-teori Foucault dan Marxisme itu diambil,” ujar Haedar.
Guru Besar Ilmu Sosiologi itu menjelaskan bahwa penelitian di PTMA harus dilakukan secara multiperspektif. Peneliti, kata dia, tidak boleh melihat manusia hanya dari satu sisi atau memperlakukan manusia seperti objek mekanis.
Dalam konteks penelitian gender, Haedar mengingatkan agar civitas akademika PTMA tidak hanya memahami relasi laki-laki dan perempuan melalui pendekatan dominasi dan hegemoni semata.
Menurutnya, struktur kehidupan sosial jauh lebih kompleks dan memiliki banyak dimensi yang perlu dipahami secara utuh.
“Tugas PTMA itu, sesuai bidangnya masing-masing, mengkaji berbagai hal secara multiperspektif,” katanya.
Haedar juga mendorong lahirnya kajian-kajian strategis yang moderat dan relevan dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Ia menilai pendekatan dan teori dari Barat tetap dapat digunakan dalam penelitian, tetapi harus diposisikan secara proporsional dan tidak diterapkan sepenuhnya tanpa pertimbangan konteks.
“Barat bagus, tetapi tidak semuanya mesti kita ambil alih,” pesan Haedar.
Melalui forum tersebut, Haedar berharap PTMA mampu mengembangkan tradisi riset yang seimbang, terbuka, dan tetap berakar pada nilai-nilai moderasi Muhammadiyah dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow