FEB UMY Latih 30 Guru SMA/SMK Muhammadiyah Sleman Kelola Medsos Secara Strategis

FEB UMY Latih 30 Guru SMA/SMK Muhammadiyah Sleman Kelola Medsos Secara Strategis

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Penguatan kapasitas digital sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman mendapat dukungan nyata dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY). Melalui Pelatihan Pengelolaan Media Sosial (Medsos) yang digelar Rabu (11/2), FEB UMY membekali 30 guru dan staf pengelola media sosial SMA/SMK Muhammadiyah se-Sleman dengan keterampilan digital yang aplikatif dan strategis.

Kegiatan yang dipusatkan di Laboratorium Ekonomi Program Studi Ekonomi FEB UMY, Gedung Ki Bagus Hadikusumo E4 lantai 2 ini merupakan kolaborasi antara tim pengabdian masyarakat Prodi Ekonomi FEB UMY dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman.

Melalui fasilitas akademik dan pendampingan dosen, FEB UMY mengambil peran strategis dalam transfer pengetahuan serta penguatan kapasitas digital marketing pendidikan. Pelatihan berlangsung selama tiga jam dengan pendekatan kuliah interaktif, praktikum, diskusi kelompok, simulasi, serta studi kasus yang relevan dengan pengelolaan kanal resmi sekolah.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi FEB UMY yang juga Ketua Program Studi Ekonomi FEB UMY, Dr. Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC., menegaskan bahwa kolaborasi kampus dan persyarikatan ini dirancang sebagai model penguatan kapasitas digital yang berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi ini, kami mendorong peningkatan kompetensi guru dan staf agar mampu mengelola media sosial secara strategis, memproduksi konten yang efektif, serta membaca metrik kinerja untuk memperkuat reputasi sekolah,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, FEB UMY juga menyerahkan hibah sarana pendukung kepada MPI PDM Sleman sebagai mitra pengabdian masyarakat, sebagai bentuk komitmen memperkuat ekosistem komunikasi digital sekolah Muhammadiyah.

Materi pelatihan difokuskan pada pemilihan platform media sosial yang relevan untuk institusi pendidikan, strategi produksi konten kreatif—meliputi foto, video, dan narasi—penguatan engagement audiens, hingga analisis performa kanal digital.

Sesi pertama diampu Rayna Aksan, praktisi pemasaran digital dan media sosial, yang membahas strategi dan positioning kanal pendidikan. Sesi kedua dilanjutkan oleh Hussein sebagai fasilitator konten kreatif, dengan penekanan pada praktik pengemasan konten visual, penyusunan kalender editorial, teknik storytelling institusional, hingga pengenalan analitik akun.

Peserta juga mendapatkan praktik pengeditan video pendek untuk promosi sekolah, merespons tren konsumsi konten audiovisual di Instagram, Facebook, dan TikTok.

Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto, menekankan bahwa transformasi pengelolaan media sosial merupakan bagian dari syiar Muhammadiyah yang berkemajuan.

“Media sosial tidak lagi sekadar etalase informasi, tetapi instrumen syiar digital yang berdampak bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah,” ujarnya.

Senada, Wakil Ketua PDM Sleman, Eko Sumardianto, menilai kolaborasi FEB UMY dan MPI PDM Sleman sebagai langkah konkret membangun ekosistem komunikasi publik sekolah Muhammadiyah yang profesional.

Menurutnya, pengelolaan media sosial yang terencana akan meningkatkan kesadaran publik, menarik minat calon peserta didik, serta memperkuat kepercayaan orang tua.

“Reputasi lembaga kini dibentuk melalui jejak digital yang konsisten, informatif, dan etis,” tegasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow