Dakwah Komunitas Muhammadiyah Hadir Lewat Aksi Nyata, Termasuk Merawat Hewan

Dakwah Komunitas Muhammadiyah Hadir Lewat Aksi Nyata, Termasuk Merawat Hewan

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Ananto Isworo, menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus mampu menerjemahkan nilai-nilai Islam menjadi aksi nyata yang mudah dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ananto saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Kucing dan Peluncuran Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu), Ahad (5/7), di Masjid Haiban Hadjid PWM DIY.

Menurutnya, ajaran Islam tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk ceramah, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

"Bahasa langit harus diterjemahkan menjadi bahasa manusia yang mudah dipahami. Dakwah tidak berhenti pada lisan, tetapi harus hadir dalam aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai gerakan dakwah komunitas yang telah dijalankan Muhammadiyah, seperti pengelolaan sampah berbasis masjid hingga kegiatan pelestarian lingkungan. Meski terlihat sederhana, langkah-langkah tersebut memiliki dampak besar dalam membangun kesadaran masyarakat.

"Hal-hal kecil justru sering kali memberikan dampak besar di kemudian hari. Itulah tugas kita sebagai khalifah di bumi, menjaga apa pun yang telah Allah sediakan," katanya.

Menurut Ananto, semangat Islam sebagai rahmatan lil 'alamin juga mencakup kepedulian terhadap hewan. Merawat hewan peliharaan merupakan bagian dari membangun kepedulian terhadap seluruh ciptaan Allah.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah selama ini telah mengembangkan berbagai komunitas sebagai media dakwah, mulai dari komunitas jalan kaki, lari, hingga otomotif. Salah satunya adalah Jalan Kaki Muhammadiyah (JAKIMU) yang pada Milad ke-114 Muhammadiyah mendatang berencana menggelar kegiatan jalan kaki sejauh 114 kilometer melintasi sejumlah cabang dan daerah. Gerakan tersebut bahkan mampu menarik berbagai komunitas lain untuk berkolaborasi, termasuk komunitas peduli penyintas stroke.

Selain itu, LDK PWM DIY juga aktif mendampingi para mualaf di berbagai daerah serta membangun dakwah berbasis komunitas di kawasan Pasar Kembang dan Parangkusumo.

"Dakwah komunitas itu mendatangi jamaah, membawa kepedulian, santunan, dan solusi. Inilah gerakan dakwah komunitas Muhammadiyah," jelasnya.

Karena itu, Ananto menyambut baik lahirnya Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu). Menurutnya, komunitas tersebut menjadi ruang baru bagi dakwah Muhammadiyah untuk menjangkau para pecinta hewan sekaligus memperluas jangkauan persyarikatan di ruang publik.

Ia berharap KucingMu dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi lahirnya komunitas-komunitas positif lainnya di lingkungan Muhammadiyah.

"Menjadi bagian dari Muhammadiyah tidak selalu harus dimulai dengan menjadi anggota persyarikatan. Melalui komunitas, masyarakat dapat ikut bertumbuh, berkontribusi, dan bersama-sama memberdayakan lingkungan sekitarnya. Ini merupakan salah satu ikhtiar Muhammadiyah dalam membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang," pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow