Da'i AKSI Indosiar di Syawalan PM-NA Sleman: Ukhuwah Kunci Kekuatan Dakwah Muhammadiyah–‘Aisyiyah
SLEMAN — Momentum Syawalan Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah se-Kabupaten Sleman semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Rizqi Ashidqi, M.Pd., Da’i Finalis AKSI Indosiar 2022 sekaligus guru di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta, pada Ahad (12/4) di Omah Tobong Godean.
Dalam tausiyah hikmah syawalan, ia menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan dakwah. Ia mengawali dengan mengutip firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 10 yang menegaskan bahwa sesama orang beriman adalah saudara.
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Maka tugas kita adalah memperbaiki dan menjaga hubungan di antara sesama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan sabda Nabi Muhammad ﷺ bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, serta mengibaratkan kaum mukmin seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.
Ustaz Rizqi mencontohkan praktik nyata ukhuwah dalam sejarah Islam melalui peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah, di mana Rasulullah ﷺ mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Bahkan, kaum Anshar rela berbagi harta dan tempat tinggal demi membantu saudara mereka.
“Itulah bukti betapa kuatnya ukhuwah Islamiyah yang harus kita teladani,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya sejumlah hal yang dapat merusak ukhuwah. Di antaranya adalah sikap merendahkan orang lain, berprasangka buruk (suudzon), mencari-cari kesalahan (tajassus), serta ghibah.
“Sering kali kerusakan ukhuwah berawal dari hal-hal kecil seperti meremehkan orang lain atau prasangka buruk. Ini yang harus kita hindari,” tegasnya.
Sebagai solusi, ia mengajak seluruh kader untuk kembali memperkuat persatuan dengan berpegang teguh pada ajaran Allah, sebagaimana termaktub dalam Surah Ali Imran ayat 103, yakni untuk tidak berpecah belah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dakwah tidak bisa dilakukan secara individual, melainkan harus dilakukan secara kolektif. Hal ini sejalan dengan prinsip gerakan Muhammadiyah yang mengedepankan kerja bersama dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
“Dakwah adalah amal jama’i, bukan amal sendiri-sendiri. Karena itu, ukhuwah menjadi kunci keberhasilan dakwah,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya metode dakwah yang bijak, sebagaimana ajaran dalam Surah An-Nahl ayat 125, yakni berdakwah dengan hikmah, nasihat yang baik, serta dialog yang santun.
Mengakhiri tausiyahnya, Ustaz Rizqi mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah, khususnya di Sleman, untuk terus memperkuat ukhuwah dan menghidupkan semangat dakwah, sekaligus mengingat kembali tujuan awal berdirinya Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan, yaitu memberantas penyakit masyarakat seperti tahayul, bid’ah, dan khurafat (TBC).
“PR kita masih banyak. Maka mari kita kuatkan ukhuwah dan bergerak bersama dalam dakwah,” pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
3
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow