Bangun Akhlak Sejak Dini, Guru Besar UMY Dorong TK ABA Jadi Benteng Karakter Bangsa
YOGYA - Dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan Gedung Baru Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta, Penasehat Pembangunan Gedung TK ABA Notoprajan, sekaligus Guru Besar UMY, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan refleksi mendalam mengenai urgensi mengembalikan hakikat pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya.
Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bidang Ilmu Tanah tersebut menyoroti bahwa di era digital saat ini, pendidikan kerap terjebak pada pencapaian akademik semata, sementara dimensi karakter, adab, dan akhlak cenderung terpinggirkan.
“Baik Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah itu tidak hanya membangun sekolah, tapi membangun manusia. Pendidikan itu amal jariyah. Apa yang kita lakukan hari ini harus melahirkan generasi berkarakter yang mencintai kebenaran dan berakhlak mulia,” ujar Gunawan saat memberikan sambutan, Minggu (16/11).
Ia menegaskan bahwa pendidikan dalam gerakan Muhammadiyah bukan sekadar proses transmisi pengetahuan, tetapi bagian dari dakwah tauhid yang melekat dalam pembentukan karakter umat. Dalam ideologi Muhammadiyah, pendidikan bukan hanya aktivitas berbasis kelas dan kurikulum, melainkan sarana menanamkan nilai Al-Qur’an dan Sunnah sebagai fondasi hidup.
Di tengah capaian tersebut, Gunawan juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sosial dan pendidikan saat ini. Ia menyoroti gejala merosotnya penghormatan kepada guru, melemahnya akhlak anak-anak, serta dominasi teknologi yang mengubah pola pikir dan perilaku anak sejak usia dini.
“Anak-anak kita sekarang akrab dengan gawai, tapi jauh dari adab. Guru tak lagi menjadi pusat pembelajaran, bahkan sering dianggap remeh. Orang tua pun mulai kehilangan peran dalam pendidikan karakter,” ujarnya.
Karena itu, Gunawan menyambut pembangunan gedung TK ABA Notoprajan sebagai bentuk intervensi struktural untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai benteng karakter bangsa. Ia memberikan apresiasi kepada guru-guru ‘Aisyiyah dan tenaga pendidik Muhammadiyah yang tetap istiqamah mengemban amanah dakwah melalui pendidikan, meski di tengah berbagai keterbatasan.
Menurutnya, pada usia dini anak harus dikenalkan pada nilai disiplin, etika bertutur, ketulusan, dan kejujuran. Pendidikan tidak boleh berhenti pada kemampuan membaca dan berhitung, tetapi harus membentuk manusia yang beretika dan menempatkan agama sebagai ruh dari pendidikan.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan peradaban. TK ABA milik ‘Aisyiyah ini harus menjadi tempat pertama anak-anak mengenal akhlak, kedisiplinan, dan ketauhidan,” pungkas Gunawan yang juga merupakan alumnus dari TK ABA Notoprajan. (ID)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow