387 Jamaah KBIHU ‘Aisyiyah Sleman Ikuti Manasik Kolosal DIY, Mantapkan Bekal Menuju Tanah Suci

387 Jamaah KBIHU ‘Aisyiyah Sleman Ikuti Manasik Kolosal DIY, Mantapkan Bekal Menuju Tanah Suci

Smallest Font
Largest Font

KULON PROGO — Sebanyak 387 jamaah haji tahun 1447 H/2026 M dari KBIHU ‘Aisyiyah Sleman ambil bagian dalam Manasik Kolosal Jamaah Haji KBIHU ‘Aisyiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar di Kabupaten Kulon Progo, Ahad (8/2).

Kegiatan ini diikuti jamaah binaan KBIHU ‘Aisyiyah dari seluruh kabupaten/kota se-DIY sebagai bagian dari penguatan persiapan komprehensif menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah, Ustaz Dr. Muhammad Ziyad, M.Ag., mengapresiasi penyelenggaraan manasik kolosal tersebut. Ia menyebut praktik manasik kolosal seperti ini menjadi satu-satunya yang dilaksanakan di Indonesia, bahkan mungkin di dunia.

Dalam sambutannya, Ziyad mengingatkan para jamaah agar senantiasa bersyukur karena telah dipilih Allah SWT menjadi bagian dari lebih 220 ribu jamaah Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

“Ingat Bapak Ibu, luruskan niat ikhlas karena Allah. Ini panggilan Allah yang harus dipenuhi dengan kesungguhan dan kesabaran. Jaga diri dari larangan-larangan haji, serta pelihara soliditas dan solidaritas antar sesama jamaah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan jamaah agar bijak dalam menggunakan media sosial selama berhaji, dengan memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi positif dan pengalaman ibadah yang bermanfaat.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY, Dr. Hj. Widyastuti, M.M., menegaskan bahwa manasik kolosal bukan sekadar pengulangan materi, melainkan sarana strategis mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis pelaksanaan ibadah haji.

“Kualitas manasik menentukan kesiapan spiritual, mental, dan teknis jamaah. Dengan bekal yang matang, jamaah diharapkan mampu meraih predikat haji mabrur,” ujarnya.

Widyastuti menggarisbawahi tiga kunci kesuksesan ibadah haji, yakni kemandirian dalam menjalankan ibadah, kemandirian dalam melaksanakan amal saleh, serta kemandirian dalam bermuamalah selama di Tanah Suci. Jamaah juga diingatkan menjaga akhlak dengan menumbuhkan sikap sabar, ikhlas, dan gemar menolong, mengingat ibadah haji sarat dinamika sosial lintas bangsa.

Ketua Kafilah Sleman, Prof. Sukamta, menjelaskan manasik kolosal dilaksanakan melalui simulasi praktik rangkaian ibadah haji, khususnya Armuzna (Arafah–Muzdalifah–Mina). Kegiatan ini dilengkapi penyampaian materi pembekalan serta penguatan aspek spiritual jamaah.

“Simulasi lapangan penting untuk membiasakan jamaah menghadapi alur ibadah, manajemen waktu, dan kedisiplinan dalam rombongan,” jelasnya.

Penyelenggaraan kegiatan dikoordinasikan oleh Badan Pengelola Harian (BPH) KBIHU ‘Aisyiyah DIY bekerja sama dengan LPHU PWM DIY, dengan KBIHU ‘Aisyiyah Kulon Progo sebagai tuan rumah. Kolaborasi lintas struktur ini memastikan standar pembinaan yang seragam dan terukur di seluruh wilayah DIY.

Humas KBIHU ‘Aisyiyah Sleman, Miftah, menyampaikan antusiasme jamaah Sleman sangat tinggi karena format kolosal menghadirkan pengalaman praktik yang lebih nyata.

“Kami menargetkan jamaah semakin percaya diri, mandiri, dan disiplin, sehingga pelaksanaan ibadah haji berjalan tertib dan khusyuk,” katanya.

Ia menambahkan, rangkaian manasik lanjutan di tingkat kabupaten akan terus dilakukan sebagai penguatan berjenjang hingga masa keberangkatan, guna memastikan seluruh jamaah siap secara fisik, mental, dan spiritual menuju Tanah Suci.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow