Transformasi Digital Muhammadiyah: Rakornas PWM Kukuhkan Integrasi Sistem SatuMu dan e-KTAM
YOGYAKARTA – Muhammadiyah terus memperkuat komitmennya menuju tata kelola organisasi yang modern dan berbasis digital. Hal ini ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia yang digelar secara daring pada Selasa (11/11).
Dalam agenda yang diinisiasi oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) serta Muhammadiyah Software Labs (LabMu) ini, dibahas langkah strategis integrasi sejumlah sistem digital Persyarikatan, meliputi SatuMu, Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), dan e-KTAM.
Rakornas tersebut menjadi tindak lanjut nyata dari amanat Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta tahun 2022, khususnya pada butir ketujuh yang menekankan pentingnya reformasi organisasi dan digitalisasi sistem di seluruh tingkatan Persyarikatan.
Hadir secara langsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro no.23, Kota Yogyakarta, Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto dan Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, didampingi Sekretaris MPI PP Muhammadiyah Amir Syamsudin, serta Direktur LabMu (PT GIT) Asad Fathul Ilmi bersama tim pengembang.
Dalam sambutannya, Agung menegaskan bahwa reformasi dan transformasi digital merupakan keharusan agar Muhammadiyah mampu beradaptasi dengan dinamika zaman.
“Kita membutuhkan sistem organisasi yang tertata dan terdigitalisasi agar Muhammadiyah tampil semakin profesional, maju, dan modern,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi antara pusat dan wilayah bukan sekadar formalitas, tetapi langkah konkret agar digitalisasi bisa berjalan efektif hingga ke level ranting.
“Seluruh pihak harus aktif bekerja sama membangun sistem organisasi yang terintegrasi, supaya gerak Persyarikatan lebih efisien dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Sayuti menegaskan bahwa sistem dan aplikasi yang tengah dikembangkan merupakan layanan digital resmi Persyarikatan Muhammadiyah.
“DOM, e-KTAM, dan MASA kini menjadi bagian dari ekosistem digital Muhammadiyah. Dengan sistem yang saling terhubung, seluruh tingkatan pimpinan dari ranting hingga pusat dapat beroperasi dalam satu sistem yang rapi dan berkesinambungan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, tim LabMu juga memaparkan perkembangan integrasi sistem digital Muhammadiyah, termasuk SatuMu—platform inti yang menjadi fondasi Satu Data Muhammadiyah. Melalui SatuMu, keanggotaan, validasi struktur, hingga distribusi iuran dapat dilakukan secara digital dan transparan.
Selain itu, DOM berfungsi sebagai pusat data resmi struktur Persyarikatan, sedangkan e-KTAM menjadi identitas digital anggota yang kini terhubung dengan aplikasi MASA (Muhammadiyah Aisyiyah SuperApp). Kolaborasi antara SatuMu dan MASA memungkinkan warga Muhammadiyah untuk mendaftar, membayar iuran, hingga mengakses berbagai layanan Persyarikatan hanya dalam satu aplikasi.
Langkah integratif ini menjadi bagian dari strategi besar PP Muhammadiyah untuk membangun ekosistem digital yang menyatukan seluruh elemen organisasi, mulai dari ranting hingga pusat, dengan dukungan teknologi dari MPI dan LabMu.
Rakornas kali ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan reformasi organisasi Muhammadiyah. Transformasi digital tidak lagi sekadar gagasan, melainkan gerakan bersama menuju tata kelola Persyarikatan yang transparan, efisien, dan siap menghadapi tantangan era digital.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow