Tim ReaksiMu Siaga Kawal Kesehatan Massa Aksi IMM-IPM DIY, Pastikan Demonstrasi Berjalan Sehat
YOGYAKARTA — Di tengah teriknya cuaca saat aksi demonstrasi berlangsung, menjaga kondisi tubuh menjadi hal yang tak kalah penting dibanding menyuarakan aspirasi. Kesehatan yang prima memungkinkan peserta aksi tetap fokus, aman, dan optimal dalam menyampaikan tuntutan kepada para pemangku kebijakan.
Kesadaran itulah yang melatarbelakangi kehadiran Tim ReaksiMu dalam aksi demonstrasi yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di kawasan Titik Nol Kilometer hingga DPRD DIY, Senin (22/6). Tim kesehatan yang berada di bawah koordinasi Bidang Kesehatan DPD IMM DIY tersebut bertugas mengawal kondisi kesehatan massa aksi selama kegiatan berlangsung.
Koordinator Tim ReaksiMu, Ferrousah, menjelaskan bahwa tim yang diterjunkan berjumlah 25 personel yang berasal dari berbagai unsur relawan kesehatan dan kader IMM.
“Tim ReaksiMu terdiri dari 25 orang. Di dalamnya ada perwakilan HPO di bawah koordinasi Bidang Kesehatan DPD IMM DIY, tim Resiliensi Health Emergency-Asistance Response Team), (HERT), personel Psychological First Aid (PFA), para volunteer, serta kader dari PC IMM AR Fakhruddin Yogyakarta dan PC IMM Djazman Al Kindi Yogyakarta,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan pelayanan, Tim ReaksiMu membagi personelnya ke dalam dua fungsi utama, yakni Tim Gawat Darurat bertugas melakukan penyisiran atau sweeping di tengah massa aksi untuk mendeteksi peserta yang mengalami gangguan kesehatan. Sementara tim medis berfokus pada penanganan awal yang bersifat preventif sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut apabila diperlukan.
“Jika kondisi peserta masih bisa ditangani oleh tim medis di lokasi, maka kami lakukan penanganan langsung. Namun jika membutuhkan penanganan lanjutan, kami akan merujuk ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans,” jelasnya.
Dalam mendukung mobilisasi dan evakuasi medis, Tim ReaksiMu juga bekerja sama dengan sejumlah jejaring ambulans yang tergabung dalam Forum Paguyuban Ambulans Muhammadiyah DIY. Selain itu, satu unit ambulans dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wates turut disiagakan selama aksi berlangsung.
“Ambulans dari jejaring Paguyuban AmbulanMu DIY bersifat on call, sehingga dapat segera bergerak jika ada kondisi darurat kesehatan. Kami juga mendapatkan dukungan ambulans yang selalu standby dan mengikuti mobilisasi massa aksi,” katanya.
Koordinasi layanan kesehatan selama aksi turut melibatkan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang membantu mengarahkan armada ambulans apabila diperlukan rujukan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Ferrousah menilai secara umum kondisi kesehatan peserta aksi cukup kondusif. Tidak ditemukan insiden serius selama demonstrasi berlangsung karena aksi berjalan damai dan tertib.
“Alhamdulillah kondisi kesehatan massa aksi cukup baik. Tidak banyak kasus yang harus ditangani. Beberapa peserta hanya mengalami kelelahan akibat cuaca panas, dehidrasi ringan, atau memiliki riwayat penyakit seperti asma,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau peserta aksi untuk lebih memperhatikan kondisi fisik sebelum mengikuti kegiatan lapangan yang berlangsung dalam waktu lama. Menurutnya, kesadaran terhadap kebutuhan tubuh menjadi kunci untuk menjaga keselamatan selama aksi berlangsung.
“Kalau memang merasa tidak fit, sebaiknya tidak memaksakan diri mengikuti aksi. Selain itu, kebutuhan nutrisi dan cairan harus diperhatikan. Dalam kondisi cuaca yang sangat panas, kurang minum dapat sangat mengganggu kesehatan,” pesannya.
Ferrousah juga mengapresiasi jalannya aksi yang dinilai tertata dengan baik sehingga memudahkan tim kesehatan dalam memberikan pelayanan. Ketersediaan fasilitas kesehatan dan dukungan berbagai pihak turut membuat pengawalan medis berjalan lancar hingga kegiatan berakhir.
Sementara itu, Ketua Bidang Kesehatan DPD IMM DIY, Afghan Azka Falah menyampaikan Tim ReaksiMu berkoordinasi dengan segala pihak, seperti Forum Paguyuban AmbulanMu DIY di bawah Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)/Lembaga Resiliensi Bencana PWM DIY, dan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PWM DIY. Tak kalah penting, selalu berkoordinasi dengan bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik dan Ketua Umum DPD IMM DIY.
"Tim ReaksiMu hadir sebagai langkah preventif dengan menyiapkan relawan medis/paramedis/bantuan kesehatan di aksi turun ke jalan dengan identitas Muhammadiyah. Tentunya ini dalam rangka memprioritaskan kesehatan dan keselamatan dari kader IMM DIY (dan ortom lainnya), khususnya di aksi turun ke jalan," jelasnya.
Afghan juga berharap agar ke depannya jika ada aksi turun ke jalan lagi, semua bentuk bantuan tim kesehatan dan ambulans baik dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah, Amal Usaha Muhammadiyah, dan instansi lain yang berkaitan dengan pelibatan kader kesehatan/relawan medis kader IMM se-DIY, disinkronkan dalam Tim Relawan Medis IMM DIY.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow