Silaturahmi Syawal Muhammadiyah Sleman, Teguhkan Ukhuwah dan Semangat Berkemajuan
SLEMAN — Keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Sleman menggelar Pengajian Silaturahmi Syawal 1447 H yang dirangkai dengan pamitan haji, pada Ahad (12/4) pagi hingga siang di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo Sleman. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri pimpinan daerah, warga persyarikatan, serta masyarakat umum.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, H. Harjaka, S.Ag., S.Pd., M.A., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kemantapan dan semangat dalam ber-Muhammadiyah.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat 390 calon jamaah haji (calhaj) dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah Sleman yang akan berangkat dalam satu kloter. Harjaka menegaskan bahwa KBIHU Aisyiyah merupakan lembaga resmi Muhammadiyah dalam penyelenggaraan bimbingan haji dan umrah di Sleman maupun DIY.
“Semoga para jamaah menjadi haji yang mabrur dan membawa manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., mewakili Bupati Harda Kiswaya, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan daerah. Ia menuturkan bahwa peran Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, sangat besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Indeks pembangunan yang tinggi tidak lepas dari kontribusi Muhammadiyah. Ke depan, kualitas ini harus terus ditingkatkan,” ungkapnya, seraya mendoakan para calon jamaah haji agar dapat menunaikan seluruh rukun, wajib, dan sunnah haji dengan lancar.
Pengajian inti disampaikan oleh Muhammad Rofiq Muzzakir, Lc., M.A., Ph.D., Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tiga isu utama.
Pertama, pentingnya penguasaan algoritma di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah lanskap kehidupan, termasuk dalam dakwah. Ia mencontohkan munculnya pengajian di platform digital hingga game, serta hadirnya Universitas Siber Muhammadiyah yang telah memiliki ribuan mahasiswa.
Muhammadiyah, kata dia, juga mulai memasuki ranah ekonomi digital, termasuk kripto, yang dalam pandangan Majelis Tarjih dapat menjadi alat transaksi dan dikenai zakat apabila telah memenuhi nisab.
Kedua, persoalan kepadatan jamaah haji global yang berdampak pada pelaksanaan ibadah, termasuk penyembelihan dam. Ia menjelaskan bahwa Majelis Tarjih telah mengkaji kemungkinan penyembelihan dam dilakukan di tanah air, sebagai bentuk distribusi manfaat bagi masyarakat miskin. Hal ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan asupan gizi dan pemerataan protein bagi masyarakat.
Ketiga, pemaknaan konsep ulil amri. Ia menjelaskan bahwa ketaatan kepada pemimpin sebagaimana termaktub dalam Surah An-Nisa ayat 59 bersifat terbatas, yakni selama tidak bertentangan dengan syariat. Selain itu, ulil amri juga dapat dimaknai secara kontekstual sebagai pihak yang memiliki otoritas di bidang tertentu, seperti ulama, tenaga medis, insinyur, maupun pendidik.
Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan pra-acara berupa penampilan siswa-siswi SD Muhammadiyah Sleman, seperti pertunjukan pianika, angklung, biola, serta tahfidz Al-Qur’an. Selain itu, tersedia layanan pemeriksaan kesehatan dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesehatan serta bazar UMKM binaan Muhammadiyah yang menambah semarak suasana di sekitar Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo Sleman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow