Siap Berkontestasi di Muktamar XV, 27 Kader Nasyiatul 'Aisyiyah DIY Berangkat ke Solo
YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah Nasyiatul 'Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNA DIY) siap berangkat dan berkontestasi dalam Muktamar XV Nasyiatul 'Aisyiyah yang akan digelar di Surakarta pada 6–8 Agustus 2026. Pelepasan berlangsung di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, Selasa (4/8), disaksikan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) DIY, organisasi otonom Muhammadiyah, serta kader Nasyiatul 'Aisyiyah se-DIY.
Hadir dalam acara tersebut Ketua PWM DIY Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A., Wakil Ketua PWM DIY Dr. Iwan Setiawan, M.S.I., Wakil Sekretaris PWA DIY Nunung Damayanti, S.IP., perwakilan organisasi otonom, serta segenap kader Nasyiatul 'Aisyiyah DIY yang turut mengajak anak-anaknya serta para suami yang ikut mendampingi.
Ketua PWNA DIY, Dr. Syahdara Anisa Makruf, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada PWM DIY, PWA DIY, dan seluruh organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah atas dukungan moral maupun material yang diberikan kepada kontingen DIY. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting bagi para peserta untuk mengikuti Muktamar dengan penuh tanggung jawab.
"Kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah diri dan organisasi dari DIY. Meskipun hanya terdiri dari empat daerah dan satu kota, kami harus mampu menunjukkan integritas dan loyalitas di arena Muktamar. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh pihak," ujarnya.
Sebanyak 27 peserta dari DIY akan mengikuti Muktamar XV Nasyiatul 'Aisyiyah dan bergabung dengan total 997 peserta sekaligus pemilih dari seluruh Indonesia. Para delegasi akan berangkat menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari kendaraan pribadi hingga kereta rel listrik (KRL). Tentunya perjalanan Kontingen Nasyiatul ‘Aisyiyah DIY ke Solo mendapatkan dukungan moral serta materi dari PWM dan PWA DIY.
Syahdara menegaskan bahwa kontingen DIY membawa komitmen untuk menjadikan Muktamar sebagai ruang silaturahmi, penguatan kader, dan pengabdian, bukan sebagai ajang batu loncat untuk mengejar kepentingan pribadi. Ia mengatakan arahan dari PWM dan PWA DIY menjadi pegangan bagi seluruh peserta agar membangun komunikasi secara luas dengan berbagai wilayah dalam semangat persaudaraan.
Menurut keyakinannya, Muktamar harus dijaga dari praktik-praktik yang mencederai nilai-nilai Muhammadiyah.
"Ini adalah bagian dari proses perkaderan yang harus kita jaga bersama. Muktamar harus bersih dari praktik black campaign, money politic, maupun tindakan lain yang tidak beradab. Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai keadaban itu sendiri," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa amanah dalam organisasi tidak perlu diperebutkan. Baginya, jabatan merupakan titipan Allah yang akan diberikan kepada kader yang memiliki integritas, istiqamah, dan menjadikan Nasyiatul 'Aisyiyah sebagai ruang pengabdian.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY Dr. Iwan Setiawan, M.S.I., berpesan agar seluruh kontingen membawa karakter Muhammadiyah dan 'Aisyiyah khas Daerah Istimewa Yogyakarta ke panggung nasional. Nilai kepatuhan terhadap persyarikatan, semangat perjuangan, serta akhlak yang baik harus tetap menjadi identitas kader DIY selama mengikuti Muktamar.
Ia mengajak para peserta menjalani Muktamar dengan penuh kegembiraan sekaligus menghadirkan kemanfaatan bagi organisasi. "Selain menjadi arena kontestasi, Muktamar juga merupakan ruang memperluas silaturahmi, bertukar pengalaman, dan memperkenalkan praktik-praktik baik dari DIY kepada wilayah lain," ujar Iwan.
Iwan juga berharap DIY mampu mengantarkan kader-kader terbaiknya mengemban amanah di tingkat Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisyiyah. "Ikhtiar tersebut harus dilakukan melalui strategi yang bermartabat, membangun komunikasi dan kolaborasi yang baik, tanpa menghalalkan cara-cara yang bertentangan dengan nilai-nilai Muhammadiyah," imbuhnya.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY, Muhammad Arif Darmawan, S.Pd.I., yang mewakili ortom DIY. Ia mengingatkan agar seluruh peserta menikmati dinamika Muktamar dengan suasana gembira, namun tetap menjaga marwah persyarikatan.
"Muktamar harus dijalani dengan penuh kegembiraan. Di sisi lain, marwah Muhammadiyah harus tetap dijaga. Semoga perwakilan DIY dapat mengisi ruang-ruang kepemimpinan di Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisyiyah dan seluruh perjalanan menuju Muktamar diberikan ridha Allah SWT," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow