PWM DIY Sampaikan Duka Mendalam atas Gugurnya Praka Fahrizal di Misi Perdamaian PBB
YOGYAKARTA — Indonesia berduka dengan gugurnya prajurit TNI yang bertugas di Kawasan Timur Tengah. Praka Fahrizal Rhomadhon, yang bertugas sebagai tentara perdamaian dunia dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) yang berbasis di Lebanon Selatan, gugur usai terkena serangan artileri dari Israel sekitar pukul 20.44 waktu Lebanon, Ahad (29/3).
Pecahan artileri dari rudal yang menghantam markas UNIFIL di Lebanon Selatan mengenai Praka Fahrizal bersama tiga prajurit TNI lainnya. Adapun ketiga prajurit tersebut mengalami luka. Saat ini, jenazah Praka Fahrizal akan dipulangkan ke Indonesia.
Tragedi ini menimbulkan duka mendalam dari seluruh rakyat Indonesia. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) turut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Praka Fahrizal Romadhon yang menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon bersama pasukan UNIFIL.
Praka Fahrizal diketahui merupakan warga Muhammadiyah asal Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, DIY. Keluarganya memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah di mana kedua orang tuanya merupakan alumni SMP Muhammadiyah di Kulon Progo. Bahkan, ibunya aktif sebagai Bendahara di Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sidorejo.
“Keluarga besar Muhammadiyah DIY turut merasakan duka mendalam atas gugurnya Praka Fahrizal Rhomadhon dalam misi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Semoga Allah menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ujar Ketua PWM DIY, Muhammad Ikhwan Ahada dalam pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa meskipun kematian merupakan ketetapan Tuhan, namun menjaga kehidupan adalah tanggung jawab seluruh manusia. Dalam hal ini, Praka Fahrizal dinilai telah menjalankan tugas mulia dengan mengemban misi kemanusiaan yang melampaui kepentingan pribadi.
“Beliau mengemban tugas untuk menjaga kehidupan dan melindungi nilai-nilai kemanusiaan secara luas. Karena itu, sudah sepatutnya kita mendukung segala upaya untuk menghentikan tindakan yang merendahkan martabat manusia di mana pun terjadi,” lanjutnya.
Sebagai warga Muhammadiyah, Ikhwan meyakini bahwa Praka Fahrizal memiliki jiwa ksatria dan tanggung jawab kemanusiaan yang sejalan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin, yang selama ini menjadi semangat gerakan Muhammadiyah dalam pengabdian secara global.
PWM DIY juga mengimbau agar segala bentuk penindasan dan pelanggaran hak hidup manusia harus dihentikan. Ikhwan menegaskan bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk hidup damai, merdeka, dan berdaulat.
“Segala bentuk penindasan dan upaya merendahkan, apalagi menghilangkan hak hidup setiap jiwa, harus dihentikan. Tidak ada pembenaran atas tindakan tersebut dari sudut pandang apa pun. Setiap bangsa, termasuk Palestina, berhak hidup damai dan merdeka,” tegasnya.
PWM DIY berharap upaya mewujudkan perdamaian dan keadilan global dapat segera tercapai, serta mendoakan agar segala ikhtiar tersebut mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow