PP 'Aisyiyah Perkuat Dakwah Digital, Mubaligh Gen Z Menjawab Tantangan Global

PP 'Aisyiyah Perkuat Dakwah Digital, Mubaligh Gen Z Menjawab Tantangan Global

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah melalui Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) menggelar Pelatihan Mubaligh Gen Z di Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Gamping, Sleman. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti 43 peserta, mayoritas berasal dari Angkatan Muda Muhammadiyah, yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Nasyiatul 'Aisyiyah, serta mahasiswa UNISA Yogyakarta.

Mengusung tema "Mubaligh Gen Z Menjawab Tantangan Global", pelatihan dirancang dengan sistem pembelajaran yang efisien. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore tanpa menginap sehingga peserta dapat mengikuti materi secara optimal tanpa harus meninggalkan aktivitas mereka dalam waktu yang lama.

Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP 'Aisyiyah, Casmini, mengatakan tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap perubahan lanskap dakwah di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang harus dijawab oleh para mubaligh muda.

"Hari ini mubaligh tidak hanya dituntut siap naik mimbar, tetapi juga siap menghadapi algoritma," ujarnya.

Casmini menjelaskan, masyarakat kini tidak hanya mencari ilmu melalui masjid, tetapi juga dari berbagai platform digital. Karena itu, kader dakwah dituntut memiliki fondasi ideologi yang kuat, kecakapan bermedia, serta kemampuan menyampaikan Islam Berkemajuan secara arif dan bertanggung jawab.

Melalui kolaborasi antara Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP 'Aisyiyah, UNISA Yogyakarta, dan LAZISMU UNISA Yogyakarta, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan mubaligh dan mubalighat yang kokoh dalam akidah, berakhlak mulia, serta adaptif menghadapi tantangan dakwah di ruang digital.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Mufdlillah, menilai generasi muda saat ini tumbuh bersama perkembangan teknologi. Karena itu, kemampuan berdakwah juga harus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

"Keberanian adalah modal awal seorang mubaligh untuk menyampaikan dakwah yang bijaksana, inklusif, dan mencerahkan," tuturnya.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap sesi pelatihan dengan sungguh-sungguh karena materi yang disampaikan mengangkat berbagai isu kontemporer yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara UNISA Yogyakarta dan PP 'Aisyiyah menjadi langkah strategis dalam menyiapkan kader dakwah yang mampu menghadirkan solusi sekaligus menyebarkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan.

Ketua PP 'Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan implementasi amanah Muktamar 'Aisyiyah untuk memperkuat konsolidasi ideologi di kalangan Angkatan Muda Muhammadiyah. Menurutnya, generasi Z membutuhkan ruang belajar agama yang dekat dengan realitas kehidupan mereka sehingga kehadiran mubaligh dan mubalighat muda menjadi semakin penting.

"Kita ingin melahirkan mubaligh dan mubalighat yang mampu menjadi teman belajar agama bagi generasi Z serta menguatkan spiritualitas mereka di tengah tantangan zaman," katanya.

Evi menambahkan, dakwah pada masa kini tidak lagi cukup dilakukan melalui mimbar. Media sosial telah menjadi ruang strategis yang perlu diisi dengan konten-konten Islam Berkemajuan yang moderat, berbasis dalil, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Oleh karena itu, pelatihan tidak hanya memberikan materi, tetapi juga dilengkapi dengan tugas dan evaluasi untuk mengukur kompetensi peserta. Ia berharap para peserta mampu menindaklanjuti pelatihan melalui forum pengajian, komunitas, maupun berbagai platform digital sehingga nilai-nilai Islam Berkemajuan semakin luas dirasakan masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow