Perluas Jejaring Internasional, PWM DIY Teken MoU dengan UMY dan Yutaka Welfare Society
YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) terus memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Social Welfare Corporation Yutaka Welfare Society Aichi, Jepang. Penandatanganan berlangsung di Ruang Sidang Lantai 5 Gedung AR Fachruddin unit A UMY, Senin (3/8).
MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor UMY Prof. Dr. Ahmad Nurmandi, M.Sc., Ketua PWM DIY Dr. H. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A. serta Presiden Yutaka Welfare Society, Mr. Tsuyoshi Goto. Kesepahaman ini mengusung tema International Cooperation in Education, Community Services, and Human Resource Development sebagai komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, pelayanan sosial, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis yang mempertemukan kekuatan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, dan lembaga kesejahteraan sosial Jepang. Ruang lingkupnya mencakup pengembangan pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran pengetahuan, penguatan relawan sosial, hingga pengembangan program kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Ikhwan Ahada menegaskan bahwa pelayanan sosial telah menjadi salah satu pilar utama gerakan dakwah Muhammadiyah sejak organisasi ini berdiri. Karena itu, kolaborasi dengan Yutaka Welfare Society dinilai sebagai momentum penting untuk saling belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
"Muhammadiyah meyakini bahwa pelayanan kepada sesama merupakan bagian dari dakwah yang menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kerja sama ini diharapkan melahirkan berbagai program nyata yang berdampak bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Mr. Tsuyoshi Goto, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari UMY dan PWM DIY. Menurutnya, meskipun Indonesia dan Jepang memiliki latar belakang budaya yang berbeda, keduanya menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Ia berharap MoU tersebut menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai program kolaboratif, mulai dari pertukaran pengetahuan, pengembangan tenaga profesional di bidang kesejahteraan sosial, peningkatan kapasitas relawan, hingga inovasi pelayanan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua negara.
Bagi UMY, kerja sama internasional ini merupakan bagian dari komitmen memperluas kemitraan global sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan upaya internasionalisasi yang terus dikembangkan UMY melalui jejaring pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow