Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PWM DIY Serukan Aksi Nyata Wujudkan Bumi Lestari

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PWM DIY Serukan Aksi Nyata Wujudkan Bumi Lestari

Smallest Font
Largest Font

YOGYA – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (MLH-PWM DIY), mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar. 

Melalui sejumlah kegiatan, seperti lomba desain poster & esai bertajuk “Lingkungan Hidup dan Aksi Nyata”, lomba sekolah adiwiyata, tanam bibit pohon, hingga tebar benih ikan, MLH PWM DIY berusaha menumbuhkan kesadaran akan pengenalan pada praktik-praktik baik dan prilaku hidup yang ramah lingkungan. 

“Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kami di Majelis Lingkungan Hidup PWM untuk terus berikhtiar menyelamatkan bumi, melestarikan alam dan lingkungan, yang semakin ke sini, bumi kita semakin tidak baik-baik saja,” tutur Ahid Mudayana selaku Ketua MLH PWM DIY dalam acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bertajuk “Aksi Nyata Wujudkan Bumi Lestari” yang digelar di Embung Giwangan, Yogyakarta, Sabtu (28/6). 

“Sudah lama kita tidak merasakan kesejukan alam, baik di pagi hari ataupun seore hari, sehingga harapannya dengan melakukan kegiatan tersebut, kedepan kita bisa merasakan kesejukan itu kembali, terutama untuk anak cucu kita,” sambung Ahid. 

Pada kesempatan yang sama, Kusno Wibowo selaku Kepala DLHK Pemprov DIY menyampaikan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia seperti yang diselenggarakan oleh MLH, dapat meningkatkan kesadaran dan memicu aksi individu, kelompok, dan masyarakat dalam menjaga dan melindungi lindungan hidup. Momen ini juga dapat mempromosikan kesadaran akan pentingnya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mendorong tindakan nyata dalam pelestarian alam. 

Kusno kemudian mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, karena sangat sulit didaur ulang. Hal ini menyebabkan belum terkelolanya sampah plastik, sehingga memenuhi ruang-ruang pembuangan akhir di berbagai daerah di Indonesia. 

“Cita-cita untuk mewujudkan lingkungan yang lestari hanya dapat diwujudkan melalui aksi nyata, sebagaimana yang ditunjukkan pada rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar MLH PWM DIY,” kata Kusno. 

“Kami selalu percaya, bahwa melalui sinergi dan partisipasi aktif dari keluarga besar Muhammadiyah dapat memperkuat tumbuh kembangnya budaya peduli lingkungan dan mewujudkan Yogyakarta yang bersih dan berkelanjutan,” kata dia lagi. 

Perlu diketahui, pada momen peringatan Hari Lingkingan Hidup Sedunia 2025, MLH PWM DIY menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya lomba essay, lomba desain poster, tebar benih ikan, lomba mewarnai untuk anak TK, walk & fun run, penanaman bibit pohon, serta lomba sekolah adiwiyata Muhammadiyah. Acara ini juga mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Yogyakarta, Lembaga Pengembangan Olahraga, dan Lembaga Seni Budaya PWM D.I Yogyakarta.  

Terkait hal ini, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Sapardiyono menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momen penting untuk merefleksikan peran kita sebagai manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan. 

“Sebagai khalifah, kita seharusnya diberi tugas untuk memelihara bumi, bukan sebaliknya, merusak bumi,” tuturnya. 

Sapardiyono mengatakan, Muhammadiyah sudah sejak lama memandang isu lingkungan sebagai bagian dan tanggung jawab keumatan, serta dakwah sosial ekologis. Melalui Majelis Lingkungan Hidup, amal usaha persyarikan, serta komunitas-komunitas lokal, Muhammadiyah telah memulai langkah nyata melalui pemberdayaan sekolah dan madrasah adiwiyata, advokasi dan edukasi lingkungan yang berkelanjutan, dan gerakan filantropi lingkungan berbasis komunitas. 

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup dengan tema Aksi Nyata Mewujudkan Bumi Lestari merupakan bagian dari tadjid dan ijtihad Muhammadiyah, yakni pembaruan cara pandang dan perilaku dalam menjaga bumi,” ujar Sapardiyono. 

Dia mencotohkan, lomba mewarnai untuk anak TK dan pembinaan sekolah adiwiyata merupakan Pendidikan lingkungan hidup dengan menanamkan kecintaan lingkungan terhadap anak-anak sejak dini. Pun demikian dengan kegiatan penanaman bibit pohon. Hal ini merupakan bagian dari upaya memulihkan paru-paru bumi dan menjaga keseimbangan iklim. 

“Menanam pohon adalah menanam kehidupan. Pohon memiliki banyak arti dalam kehidupan kita. Pohon memiliki kemampuan untuk menahan air supaya tidak cepat masuk ke dalam sungai dan mengalir ke laut. Air yang di dalam tanah bermanfaat bagi kita semua, termasuk mahluk hidup yang lain,” terang Sapardiyono. 

“Sekecil apapun aksi kita hari ini merupakan bagian dari jihad peradaban dan jihad ekologis. Kita ingin menginggalkan warisan bumi yang sehat, bukan bumi yang sekarat untuk anak cucu kita,” tandas Sapardiyono.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow