Penuh Kegembiraan! Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Hidupkan Kota Bandung

Penuh Kegembiraan! Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Hidupkan Kota Bandung

Smallest Font
Largest Font

BANDUNG — Resepsi puncak Milad ke-113 Muhammadiyah berlangsung semarak pada Selasa (18/11) di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB). Ribuan penggembira memadati area kampus dan ruas Jalan Sukarno-Hatta sejak pagi, termasuk rombongan dari berbagai Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia.

Sejak sebelum fajar, kerumunan sudah memenuhi venue utama. Beragam penampilan seni mengawali acara, mulai dari atraksi Tapak Suci, paduan suara, gamelan binaan Lembaga Seni Budaya PWM Jawa Barat, hingga musik angklung yang menyambut kedatangan tamu VVIP.

Rektor UM Bandung sekaligus Ketua Panitia, Herry Suhardiyanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran ribuan warga Muhammadiyah yang meramaikan kampus. Ia menegaskan bahwa tema milad tahun ini, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, sejalan dengan jati diri Muhammadiyah sejak awal berdiri.

“Muhammadiyah hadir sebagai air pencerahan yang terus mengalir, dan UMBandung menjadi bagian dari aliran itu,” ujarnya.

Herry menambahkan, forum milad menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi Muhammadiyah pada masa kini dan masa depan. Sebagai kampus bertema Technopreneur, UM Bandung bertekad memperluas dampak bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan Persyarikatan. Ia juga menyebut UM Bandung merasa terhormat dipercaya sebagai tuan rumah Milad ke-113.

Ketua PWM Jawa Barat, Ahmad Dahlan, turut mengapresiasi semua pihak yang membantu menyukseskan agenda besar ini. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedy Muliyadi, memberikan penghargaan tersendiri kepada kesederhanaan yang ditunjukkan para pemimpin Muhammadiyah.

Menurutnya, gaya hidup para tokoh Muhammadiyah menjadi teladan, meski organisasi memiliki amal usaha besar di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Pemimpinnya selalu hadir sederhana dan menjadi contoh bagi masyarakat, tanpa ikut gaduh dalam perbedaan pendapat,” katanya.

Dedy menilai kontribusi Muhammadiyah terhadap kemajuan bangsa tidak dapat dipisahkan dari kehadiran Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yang turut meringankan peran negara dalam pendidikan, kesehatan, dan pelayanan masyarakat. Ia juga menilai tata kelola organisasi Muhammadiyah yang rapi dan sistematis layak dijadikan contoh bagi para politisi, karena keberhasilan organisasi tidak bertumpu pada figur, tetapi pada sistem yang kuat.

Pada kesempatan tersebut, Muhammadiyah juga memberikan Muhammadiyah Award 2025 kepada Yendra Fahmi dalam kategori Pengusaha Dermawan Kolaboratif. Ia dikenal sebagai anggota Muhammadiyah yang aktif berkontribusi, termasuk mendukung pembangunan beberapa AUM seperti masjid di Madrasah Mu’allimin Yogyakarta dan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS).

Selain itu, resepsi juga menandai peluncuran E-KTAM, inovasi yang mempermudah masyarakat mendaftar sebagai anggota Muhammadiyah melalui aplikasi MASA. Langkah ini diharapkan menghadirkan sistem keanggotaan yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow