Pengajian Ahad Legi PCM Mantrijeron Angkat Tema Pendidikan dan Pembangunan

Pengajian Ahad Legi PCM Mantrijeron Angkat Tema Pendidikan dan Pembangunan

Smallest Font
Largest Font

YOGYA – Suasana Ahad pagi di Mantrijeron terasa berbeda. Sejak matahari mulai naik, jamaah dari berbagai penjuru sudah berdatangan memenuhi lokasi Pengajian Ahad Legi yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mantrijeron, Ahad (21/9) di SD Muhammadiyah Danunegaran. Agenda rutin yang digelar setiap pasaran Legi ini kembali menghadirkan tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat, kali ini tentang pembangunan manusia dan pendidikan.

Pada edisi kali ini, hadir Arif Jamali Muis, M.Pd., Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY sekaligus Staf Khusus Bidang Sekolah dan Pembelajaran Unggul Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, sebagai narasumber utama. Sejumlah tokoh juga turut hadir, di antaranya Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, S.E., M.M., Ketua PDM Kota Yogyakarta, H. Aris Madani, M.Pd., serta Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron, Narotama, S.STP., M.Si.

Dalam sambutannya, Ketua PCM Mantrijeron, Surahmat An Nasih, S.Ag., M.S.I., menegaskan bahwa meski pengajian ini dikenal dengan nama Ahad Legi, pelaksanaannya tidak selalu harus terikat pada pasaran tersebut. Menurutnya, Legi dipilih hanya sebagai kesepakatan, bukan karena memiliki keistimewaan khusus.

“Legi dan pasaran lainnya itu sama-sama manis dan indah. Bahkan pada Agustus lalu, pengajian digelar pada Ahad Pahing karena bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI. Dengan begitu, kegiatan bisa lebih menyatu dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain pengajian, acara ini juga menjadi ruang bagi SD Muhammadiyah Danunegaran untuk menyampaikan rencana besar mereka: renovasi musala sekolah. Selama ini, musala tersebut bukan sekadar tempat shalat, tetapi juga menjadi pusat kegiatan tahfidz, MTQ, serta ruang pertemuan antara pihak sekolah dan orang tua siswa.

Namun, kondisi musala yang ada dinilai sudah kurang memadai. Renovasi pun direncanakan dengan kebutuhan biaya sekitar Rp255.450.000. Hingga kini, dana yang berhasil dikumpulkan baru mencapai Rp56.000.000. Melalui kesempatan ini, sekolah mengajak jamaah dan masyarakat untuk ikut berkontribusi melalui LAZISMU Mantrijeron.

“Partisipasi Bapak/Ibu sangat berarti untuk kenyamanan ibadah warga SD Muhammadiyah Danunegaran. Semoga setiap rupiah menjadi amal jariyah,” ungkap Kepala Sekolah, Sri Isdiyanti, M.A., M.Pd., penuh harap.

Dukungan juga datang dari Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani, yang menilai pembangunan musala ini sebagai langkah penting untuk mendukung pendidikan anak-anak.

“Semoga Allah memudahkan usaha SD Muhammadiyah Danunegaran dalam mendidik anak-anak menjadi generasi unggul yang bermanfaat bagi Kota Yogyakarta, Persyarikatan Muhammadiyah, dan bangsa Indonesia,” doanya di hadapan jamaah.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow