Pemuda Muhammadiyah Pekalongan Gangsu Kawruh ke Gunungkidul, Belajar Pemberdayaan hingga KOKAM
GUNUNGKIDUL — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pekalongan melakukan silaturahmi sekaligus berbagi program kepemudaan dengan PDPM Kabupaten Gunungkidul, Ahad (13/9). Kunjungan tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus mempelajari praktik baik pengelolaan organisasi dan program kepemudaan di daerah lain.
Rombongan PDPM Kabupaten Pekalongan dipimpin Ketua PDPM Kabupaten Pekalongan, Agung Dwi Hanggoro. Kedatangan mereka disambut Ketua PDPM Kabupaten Gunungkidul, Agung Supriyadi, bersama jajaran pimpinan.
Agung Supriyadi mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia mengatakan PDPM Gunungkidul terus mengembangkan organisasi melalui sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), pemerintah daerah, hingga anggota legislatif.
“PDPM saat ini aktif bersinergi dengan lintas sektor, seperti KNPI, pemerintahan, dan anggota dewan melalui berbagai program lintas sektor,” ujar Agung Supriyadi.
Ia menjelaskan, PDPM Kabupaten Gunungkidul memiliki 59 pengurus yang terbagi dalam 13 bidang serta didukung 18 Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM). Kondisi geografis dan potensi daerah, termasuk sektor pariwisata dan pertanian, turut menjadi pertimbangan dalam merancang program kepemudaan.
Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah BRUTAL, akronim dari Buruh, Tani, dan Nelayan. Program tersebut diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui pembagian bibit tanaman unggulan, penyediaan pupuk, hingga pendampingan pengolahan hasil pertanian.
Pelaksanaannya dilakukan melalui kelompok tani maupun jamaah masjid dengan menggandeng dinas terkait. Program ini menjadi salah satu bentuk upaya Pemuda Muhammadiyah Gunungkidul untuk menghubungkan gerakan kepemudaan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Di bidang dakwah, PDPM Gunungkidul juga mengembangkan pelatihan mubalig serta Kunsiroh atau kunjungan silaturahmi. Kunsiroh secara khusus dilaksanakan pada bulan Ramadan dengan mengunjungi masing-masing cabang sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan aktivitas dakwah kepemudaan.
Agung Supriyadi menambahkan, dinamika organisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Pemuda Muhammadiyah. Berbagai tantangan yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk memperkuat gerakan.
“Dalam berorganisasi tentu terdapat tantangan masing-masing. Namun, hal tersebut bukan halangan dan menjadi pembelajaran bagi kita untuk maju bersama,” katanya.
Ketua PDPM Kabupaten Pekalongan, Agung Dwi Hanggoro, mengatakan kunjungan ke Gunungkidul merupakan bagian dari program kerja organisasinya. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang belajar dan bertukar pengalaman antarpimpinan Pemuda Muhammadiyah.
“Kunjungan hari ini merupakan bagian dari program kerja dengan tujuan belajar atau gangsu kawruh dengan PDPM Gunungkidul. Hal-hal yang baik akan kita bawa untuk dikaji dan diterapkan,” ujar Agung Dwi Hanggoro.
Sementara itu, Sekretaris PDPM Kabupaten Pekalongan, Miftahudin, memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan di berbagai bidang. Salah satunya adalah bidang KOKAM dan SAR yang berhasil meraih Terbaik II Program Kado Ramadan untuk KOKAM tingkat Jawa Tengah.
Di bidang sosial, PDPM Kabupaten Pekalongan menjalankan program Gawe Omah, yakni kegiatan membantu pembangunan rumah bagi warga yang membutuhkan. Selain itu, terdapat program KOBAT (KOKAM Obah Bareng) yang berfokus pada perbaikan dan penataan sarana prasarana Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya sekolah.
“Melalui program KOBAT, kami melakukan kegiatan seperti pengecatan dan melukis dinding sekolah agar menjadi lebih indah dan layak. Sampai saat ini sudah lebih dari 30 AUM yang berhasil kami perindah,” kata Miftahudin.
Program kepemudaan PDPM Kabupaten Pekalongan juga menyasar bidang olahraga dan ekonomi. Di bidang olahraga, PDPM telah melaksanakan TORSENI (Temu Olahraga dan Seni) sebagai ruang pengembangan bakat sekaligus memperkuat kebersamaan pemuda.
Sementara di bidang ekonomi dan pemberdayaan, PDPM Kabupaten Pekalongan mengembangkan usaha event organizer serta layanan trainer outbound.
Pertukaran pengalaman antara PDPM Kabupaten Pekalongan dan PDPM Kabupaten Gunungkidul diharapkan tidak berhenti pada kunjungan. Komunikasi dan kolaborasi program antardaerah diharapkan terus berkembang sehingga praktik baik dari masing-masing daerah dapat menjadi bahan evaluasi dan inspirasi.
Dengan demikian, gerakan Pemuda Muhammadiyah tidak hanya bertumpu pada penguatan organisasi, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui program pemberdayaan, dakwah, sosial, olahraga, ekonomi, dan kemanusiaan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow