Pemuda Muhammadiyah DIY Gelar Pengobatan Gratis di Gunungkidul Peringati Milad ke-93
GUNUNGKIDUL — Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan layanan kesehatan gratis terhadap masyarakat Gunungkidul. Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari perayaan milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah.
Baksos digelar di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Daarul Khoir Nglipar, Gunungkidul pada Ahad (1/6). Selain menyediakan layanan kesehatan gratis, bidang kesehatan PW Pemuda Muhammadiyah DIY juga menggelar pengajian akbar, donor darah dan penyuluhan kesehatan mental untuk pelajar.
Dalam kegiatan ini, Pemuda Muhammadiyah DIY menggandeng PKU Yogyakarta, PMI Gunungkidul, dan Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Praktisi Hipnosis dan Hipnoterapi Indonesia (DPD Prahipti) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pengajian akbar yang diisi oleh Muhammad Arif Darmawan, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah DIY sekaligus Pimpinan Ponpes Daarul Khoir. Pengajian itu dihadiri oleh ratusan warga nglipar yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap dakwah dan perayaan milad.
Setelah pengajian, jemaah yang hadir kemudian mendapatkan layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan asam urat, gula darah, kolesterol, pengecekan tekanan darah hingga pemeriksaan kesehatan umum.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian Pemuda Muhammadiyah terhadap masyarakat, sekaligus menjadi sarana dakwah dalam bidang kesehatan. Dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah atau tulisan, tetapi juga lewat tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi umat,” tutur Reza Al Afsyar Khaitami selaku ketua panitia.
Tak hanya mengakses layanan kesehatan gratis, puluhan warga juga berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap stok darah di wilayah tersebut.
Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan mental bertema “Stop Bulliying” yang diikuti oleh seluruh santri Ponpes Daarul Khoir. Dalam sesi tersebut, Imam Akbar dari DPD Prahipti menekankan dampak negatif perundungan atau bullying terhadap kesehatan mental.
Selain itu, para santri juga diberikan tips menghadapi tekanan psikososial di lingkungan pesantren maupun sekolah. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari banyak pihak, seperti Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, serta tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Syauqi Soeratno dan Totok Daryanto.
Dukungan juga datang dari BPRS Bangun Drajat Warga (BDW) serta Universitas Ahmad Dahlan. Melalui bakti sosial ini, PW Pemuda Muhammadiyah DIY menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan dakwah yang membumi dan program-program sosial yang nyata manfaatnya, khususnya di kalangan pemuda.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow