Padepokan Tapak Suci Dibangun di Yogyakarta, Muhammadiyah Perkuat Pembinaan Kader
YOGYAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa semangat kemandirian yang dibangun melalui kolaborasi menjadi salah satu kekuatan Muhammadiyah dalam memperkokoh organisasi dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Haedar dalam Pengajian Akbar Pembangunan Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Sabtu (20/6). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti pembangunan padepokan.
Menurut Haedar, pembangunan Padepokan Tapak Suci merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat pembinaan kader sekaligus menyediakan sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Ia menyebut Tapak Suci kini telah berkembang secara internasional dan hadir di 24 negara.
"Hari ini kita hadir dalam acara pembangunan sekaligus penandatanganan prasasti Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Lingkup Tapak Suci Putera Muhammadiyah telah hadir secara inklusif dan membesar hingga mencakup 24 negara. Pembangunan padepokan ini diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, termasuk bagi pembentukan kader anak bangsa," ujar Haedar.
Dukungan terhadap pembangunan tersebut juga datang dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Ketua Umum PB IPSI, Sugiono, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Tapak Suci dalam pembinaan generasi bangsa. Dalam kesempatan itu, PB IPSI menyerahkan bantuan dana sebesar Rp5 miliar untuk mendukung pembangunan padepokan yang ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua tahun.
Sugiono, yang juga menjabat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, menilai keberadaan Tapak Suci sejalan dengan cita-cita pembangunan bangsa yang menekankan keseimbangan antara pembinaan fisik dan karakter.
"Bangsa ini dibangun untuk menciptakan masyarakat yang terbangun jiwanya, terbangun badannya. Dan hari ini Tapak Suci Putera Muhammadiyah mengimplementasikan cita-cita tersebut," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo, menjelaskan bahwa padepokan yang dibangun dirancang sebagai fasilitas multifungsi. Bangunan tersebut akan terdiri atas tiga lantai dengan kapasitas hingga 1.500 orang serta dilengkapi gedung serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga.
Selain menyoroti pembangunan fisik, Haedar juga mengingatkan pentingnya pembinaan karakter dalam menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, kemampuan dan keahlian harus berjalan seiring dengan penguatan iman, akhlak, dan orientasi sosial.
"Era sekarang adalah era keahlian. Tapi jangan lupakan, sehebat apa pun penguasaan kalian, kunci dasarnya pada karakter sebagai manusia yang berbasis pada iman dan akhlak," tegasnya.
Pembangunan Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan yang tidak hanya melahirkan atlet dan kader berprestasi, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat serta kepedulian sosial yang tinggi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow