Muhammadiyah Lampung Lepas 500 Family Kit dan Tim Medis untuk Korban Bencana di Sumatra Barat dan Aceh

Muhammadiyah Lampung Lepas 500 Family Kit dan Tim Medis untuk Korban Bencana di Sumatra Barat dan Aceh

Smallest Font
Largest Font

BANDAR LAMPUNG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung secara resmi melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan dan tim relawan medis untuk korban bencana alam di Sumatra Barat dan Aceh. Pelepasan logistik dan personel dilakukan di halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Lampung, Jumat (26/12).

Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 20 lembaga, perorangan, serta para donatur yang mengamanahkan bantuan Indonesia Siaga bagi penyintas banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra Barat.

Dalam pelepasan kali ini, Muhammadiyah Lampung mengirimkan bantuan logistik berupa 500 paket family kit yang ditujukan ke Sumatra Barat. Selain itu, sebanyak empat tenaga medis diberangkatkan untuk membantu penanganan kesehatan bagi warga terdampak bencana di Aceh.

Ketua PWM Lampung, Prof. Sudarman, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam gerakan kemanusiaan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,7 miliar dari masyarakat dan mitra.

“Atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, kami mengucapkan terima kasih kepada PGN Com Regional Office Lampung, Yayasan Danatunaim, Persatuan Pensiunan Perpajakan, KPDKA, serta masyarakat luas. Gerakan kepedulian ini bukan gerakan parsial, tetapi gerakan bersama masyarakat Lampung untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh,” ujar Prof. Sudarman.

Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan melalui sistem One Muhammadiyah One Response yang terkoordinasi di bawah Lazismu dan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah. Menurutnya, akuntabilitas Lazismu sebagai lembaga filantropi tepercaya menjadi jaminan dalam pengelolaan bantuan.

“LAZISMU bekerja dengan regulasi dan SOP yang ketat serta diaudit oleh akuntan publik tepercaya. Bantuan yang dikirim juga melalui proses asesmen kebutuhan yang matang. Misalnya, pengiriman 500 family kit ini karena memang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak di lokasi bencana,” jelasnya.

Hingga saat ini, Muhammadiyah Lampung tercatat telah mengirimkan total 36 personel relawan medis dan nonmedis ke wilayah bencana di Sumatra Barat dan Aceh. Para relawan tersebut terdiri atas dokter, perawat, psikolog, serta relawan umum.

Dalam kesempatan itu, Prof. Sudarman juga berpesan kepada para relawan yang diberangkatkan agar meluruskan niat pengabdian.

“Saya minta luruskan niat, jangan ada motivasi lain selain ibadah kepada Allah dan membantu sesama. Jaga koordinasi dan konsolidasi di lapangan agar gerakan kita terprogram, terstruktur, dan terukur,” pesannya.

Sementara itu, Ketua LAZISMU Lampung, Prof. Syafrimen, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan besar masyarakat kepada LAZISMU. Ia menyebut tim Lazismu telah bekerja keras dalam penghimpunan dana, mulai dari turun ke jalan hingga ke masjid-masjid.

“Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat sangat luar biasa. LAZISMU tidak hanya hadir saat bencana, tetapi juga memiliki pilar pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah untuk membantu umat,” tuturnya.

Bantuan kemanusiaan ini diharapkan tidak hanya membantu pada masa tanggap darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan (recovery) pascabencana bagi masyarakat terdampak di Pulau Sumatra.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow