Muhammadiyah Dorong Santri Jadi Ulama yang Peka terhadap Persoalan Umat
GARUT — Ketua PP Muhammadiyah, Saad Ibrahim, menegaskan pentingnya kehadiran kader ulama yang mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan peradaban melalui penguasaan ilmu dan kepedulian sosial.
Pesan itu disampaikan Saad dalam Haflah Akhirussanah wat Takharruj Santriwan dan Santriwati Angkatan 43 dan 31 Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Garut.
Dalam pemaparannya, Saad mengutip QS. Al-Fathir ayat 27–29 yang menurutnya menjelaskan hakikat ulama sebagai sosok berilmu yang memiliki keimanan, ketakwaan, dan rasa takut kepada Allah.
“Maknanya, Allah mengetahui tentang kehebatan manusia, tetapi tentu kehebatan manusia jauh dari kehebatan Allah sendiri,” ujarnya.
Menurut Saad, perkembangan ilmu pengetahuan tanpa landasan nilai teologis berpotensi melahirkan tindakan yang merusak kehidupan manusia. Sebaliknya, ilmu yang digunakan untuk kemaslahatan akan memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Ketika manusia memiliki kehebatan dalam science, tetapi tidak diberi dimensi teologis, maka hal itu bisa menjadi bagian dari tindakan destruktif yang dahsyat di muka bumi,” katanya.
Ia menjelaskan, terdapat lima karakter yang perlu dimiliki seorang ulama. Pertama, memahami fenomena alam. Kedua, memahami fenomena sosial. Ketiga, menguasai Al-Qur’an dan Sunnah. Keempat, mampu membangun relasi sosial sambil tetap mengingat Allah. Kelima, memiliki komitmen sosial dengan mengamalkan ilmu untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Saad, pandangan tersebut sejalan dengan tradisi keulamaan Muhammadiyah yang tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga keterlibatan aktif dalam menjawab persoalan umat dan perkembangan zaman.
Ia kemudian mencontohkan pendekatan pendidikan KH Ahmad Dahlan sebelum mendirikan Muhammadiyah pada 1912. Saat itu, Ahmad Dahlan telah mengajarkan ilmu agama sekaligus ilmu umum di madrasah yang didirikannya.
“Selain mempelajari ilmu Al-Qur’an, hadis, dan sunnah, beliau juga mengajarkan ilmu bumi, ilmu hitung, ilmu hisab, hingga ilmu falak,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Saad berharap para santri mampu melihat keilmuan secara lebih luas dan menjadi kader ulama Muhammadiyah yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi persoalan umat dan kebutuhan peradaban masa kini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow