Muhammadiyah DIY Teguhkan Komitmen Seni dan Budaya Lewat Bincang Sastra “Kecuali” Karya Sutardji Calzoum Bachri
YOGYAKARTA – Lembaga Seni dan Budaya (LSB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Bincang Sastra, Bedah Buku, dan Pembacaan Puisi berjudul “Kecuali”, karya penyair besar Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Pesan-Trend Ilmu Giri, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen di Amphitarium Kampus Utama UAD, Rabu (8/10).
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Bendahara PWM DIY, Dr. Riduwan S.E., M.Ag., Wakil Ketua PWM DIY, Dr. iwan Setiawan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., serta dua narasumber utama, Prof. Rina Ratih Sri Sudaryani, M.Hum. (UAD) dan Nasruddin Anshoriy dari Pesan-Trend Ilmu Giri. Hadir pula Drs. Imam Budi Utomo, M.Hum. perwakilan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen sebagai mitra pendukung kegiatan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor UAD, Gatot Sugiharto, mewakili Rektor menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan sastra tersebut. “Selamat datang di kampus utama UAD, salah satu dari enam kampus yang kami miliki. Ini menjadi kehormatan bagi kami karena dapat menghadirkan sosok-sosok penting dalam dunia sastra, khususnya Pak Sutardji,” ujarnya.
Sementara itu, Riduwan, yang mewakili Pimpinan PWM DIY, menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat seni dan budaya di lingkungan Muhammadiyah. Ia menuturkan, seni bukan sekadar pelengkap, tetapi media dakwah yang indah dan efektif.
“Seberat apa pun tema, bisa menjadi ringan jika dikemas dengan sentuhan seni dan budaya. Sayangnya, kita mulai kering dengan seni budaya di Muhammadiyah. Padahal, Kiai Dahlan sendiri menampilkan agama dengan cara-cara budaya yang lembut dan indah,” katanya.
Riduwan juga mengungkapkan bahwa Muhammadiyah kini tengah memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan istana, untuk mengembangkan seni, budaya, dan dakwah.
“Beberapa waktu lalu PWM DIY sudah dua kali diterima Ngarso Dalem. Bahkan beliau ingin membahas peluang kerja sama pemanfaatan Dana Keistimewaan untuk seni dan budaya. Ini tantangan sekaligus peluang bagi Muhammadiyah untuk meneguhkan komitmen kebudayaan,” tambahnya.
Selain sesi bedah buku, acara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Sutardji Calzoum Bahri, pembacaan sajak Ramadhan oleh Gus Mus, serta penampilan performing art mahasiswa Prodi Sastra Indonesia UAD berjudul Tragedi Winka Sihka. Mahasiswa Sastra Inggris turut tampil dalam sesi drama berbahasa Inggris, menambah semarak suasana.
Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti secara virtual, turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi melalui pesan tertulis.
“Selamat kepada Pak Sutardji atas penerbitan buku puisi Kecuali, serta kepada panitia LSB PWM DIY atas terselenggaranya acara ini. Semoga memberikan inspirasi dan semangat menggiatkan kegiatan sastra dan seni budaya guna membangun peradaban bangsa dan mencerahkan nurani,” ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow