Muhammadiyah DIY Mulai Bangun Sekolah Universal yang Pertama

Muhammadiyah DIY Mulai Bangun Sekolah Universal yang Pertama

Smallest Font
Largest Font

YOGYA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) resmi memulai pembangunan sekolah unggulan atau internasional yang pertama dengan nama Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS). Prosesi Soft Ground Breaking MSUS digelar pada Ahad (25/5) dan akan dibangun tepat di seberang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Soft Ground Breaking MSUS turut dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta jajaran, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, Rektor UMY Achmad Nurmandi, Wakil Ketua PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, segenap jajaran PWM DIY serta majelis dan lembaga, Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah – ‘Aisyiyah se-DIY, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-DIY, Kepala serta Guru SD Muhammadiyah Sapen, dan segenap tamu undangan lainnya.

Ketua PWM DIY, M. Ikhwan Ahada menyatakan gagasan soal sekolah unggulan ini sebagai usaha dari mengejawantahkan keputusan Muktamar ke-48 di Surakarta pada 2022 lalu tentang pengabdian dan pengkhidmatan Islam berkemajuan.

“Maka kami bertekad atas arahan dan bimbingan dari Prof. Haedar mewujudkan Muhammadiyah Sapen Universal School yang insya Allah di tempat inilah nanti akan kita bangun SDM yang andal untuk menghadapi tantangan zaman,” kata Ikhwan.

Pembangunan MSUS ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang punya tekad untuk mewujudkan harapan dan impian agar Muhammadiyah DIY memiliki mercusuar pendidikan, sekaligus dimaksudkan agar sekolah ini menjaga dan memperkuat predikat DIY sebagai Kota Pelajar.

Pembangunan MSUS oleh PWM DIY mendapatkan sambutan positif dari Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. Dalam sambutannya, ia menerangkan beberapa makna dari Sapen, salah satunya merujuk pada satu pohon kuno yang tumbuhnya sangat tinggi belasan meter dan tentu akarnya menghujam ke bumi.

Menurutnya, dari situlah filosofi dan menjawab kenapa SD Muhammadiyah Sapen bisa berkembang pesat, bahkan antriannya mirip antrian haji. "Saya dengar kemarin kalau antriannya masuk ke SD Muhammadiyah Sapen bisa 7 tahun bahkan sampai tahun 2031 sudah ada yang inden," ucapnya dengan kagum.

Dengan membangun MSUS ini, lanjut Fajar, menunjukkan bahwa Muhammadiyah tak lelah untuk menanam kebaikan setiap harinya. Di mana buahnya baru akan terlihat pada 40 sampai 50 tahun ke depan. Spirit kebaikan ini menjadi satu hal yang penting dan menjadi mercusuar buat Muhammadiyah hari ini dan juga di masa depan.

"Tentu tidak ada yang bisa meragukan bahwa pendidikan itu adalah satu pilar paling utama untuk membangun peradaban dan juga memastikan ada proses keberlanjutan. Kita berharap capaian prestasi yang dicapai oleh SD Muhammadiyah Sapen ini juga menular sebanyak sekolah Muhammadiyah yang lain," harap Fajar.

Kemudian, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berharap dibangunnya MSUS ini bisa mengembangkan potensi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Terutama di DIY yang merupakan tempat kelahiran persyarikatan punya banyak sekolah Muhammadiyah yang unggul, tinggal melakukan reformasi sesuai zaman.

"Banyak potensi SD Muhammadiyah yang sebenarnya bertumbuh kembang dengan baik, tinggal reformasi saja. Ada SD Muhammadiyah Kauman, Sokonandi, Suronatan, Notoprajan, Condongcatur, dan seterusnya," papar Haedar.

Haedar juga berharap pembangunan MSUS bisa menarik sekolah lainnya untuk melakukan hal yang sama. Di samping juga menekankan agar konvergensi dan kolaborasi yang seperti ini terus dilanjutkan dalam mengembangkan pendidikan di Muhammadiyah. 

"Mudah-mudahan ini tonggak bagi semuanya dan saya percaya ini ada efek sentrifugal ke SD - SD yang lain. Tetap rendah hati SD Muhammadiyah Sapen, agar kita bisa mengawal dan meraih kemajuan peradaban dengan cerdas dan rendah hati," tandas Haedar.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow