MPKS PWM DIY Gelar Pendidikan Khusus Pengelola Panti, Dorong Transformasi Panti Asuhan Berkemajuan

MPKS PWM DIY Gelar Pendidikan Khusus Pengelola Panti, Dorong Transformasi Panti Asuhan Berkemajuan

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) menyelenggarakan Pendidikan Khusus Pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Kegiatan ini sebagai ikhtiar strategis memperkuat kepemimpinan dan tata kelola panti asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah agar semakin profesional, adaptif, dan berkemajuan.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu–Ahad (24–25/1) di Balai Pemerintahan Desa Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalasan, Sleman ini diikuti oleh 24 pengelola panti asuhan se-DIY yang tergabung dalam Forum Pengelola Panti Asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FORPAMA) DIY.

Pendidikan khusus tersebut dihadiri Wakil Ketua PWM DIY Dr. Nur Ahmad Ghojali, M.A., Wakil Ketua PW ‘Aisyiyah DIY Siti Zulaikha, perwakilan Balai Pemerintahan Desa DIY, MPKS Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-DIY, Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kalasan, MPKS PCM Kalasan, serta seluruh pengelola panti asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Ketua MPKS PWM DIY, Zainal Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pendidikan khusus pertama yang digelar MPKS PWM DIY dan telah dipersiapkan sejak tahun 2025. Ia mengapresiasi kerja lintas divisi serta dukungan penuh PWM dan PWA DIY sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Kegiatan ini mengusung tema “Wening Heninging Cipta: Transformasi Kepemimpinan dan Tata Kelola Lembaga Kesejahteraan Anak Menuju Profesionalisme Berkemajuan.” Tema tersebut menekankan pentingnya kejernihan pikiran dan ketenangan batin dalam pengambilan keputusan agar pengelolaan panti dilakukan secara bijaksana, berlandaskan nilai, dan tetap responsif terhadap perubahan.

Zainal menegaskan, tantangan pengelolaan panti asuhan saat ini semakin kompleks, salah satunya terkait implementasi Peraturan Menteri Sosial Nomor 5 Tahun 2024 tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial, yang intinya mengatur mengenai pendaftaran Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Perizinan operasional lembaga kesejahteraan sosial asing; standar kelembagaan dan layanan; pembinaan dan pengawasan; pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; penghargaan; dan pendanaan

Regulasi ini menuntut panti asuhan untuk melakukan penyesuaian serius dalam aspek tata kelola, pengasuhan, administrasi, hingga standar pelayanan anak.

“Yang abadi adalah perubahan. Kalau kita tidak adaptif, kita yang akan tergilas. Bahkan yang besar sekalipun bisa terdampak jika tidak mampu menyesuaikan diri dengan regulasi baru,” tegasnya.

Upaya adaptasi tersebut, menurutnya, sejalan dengan 8 Program Prioritas PWM DIY, khususnya poin ketujuh tentang reformasi organisasi dan digitalisasi sistem organisasi yang tersistem sehingga keberadaan dan gerak Muhammadiyah semakin profesional, maju, dan modern.

Selama dua hari, peserta mendapatkan berbagai materi strategis dari narasumber yang berkompeten. Hari pertama diisi dengan Talk Show bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) oleh Dr. Diyah Puspitarini, M.Pd. selalu Komisioner, serta materi Paradigma Panti Asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah oleh Wakil Ketua PWM DIY Dr. Ridwan Furqoni, S.Pd.I., M.P.I.

Materi berikutnya membahas Leadership dan Etika Pengasuhan, Pengasuhan Anak, serta Tata Kelola dan Manajemen Panti Asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Diskusi malam dilanjutkan dengan Roadmap Panti Asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang dikemas melalui Focus Group Discussion (FGD) sebagai ruang penyampaian aspirasi, keluhan, dan tantangan riil pengelola panti.

Hari kedua diawali dengan shalat Subuh dan kultum, dilanjutkan outbound untuk penguatan kebersamaan. Materi kemudian berlanjut dengan Panduan AUMSOS dan Kebijakan Kementerian Sosial, khususnya terkait implementasi Permensos Nomor 5 Tahun 2024, serta Manajemen Administrasi dan Data untuk Fundraising Inovatif sebagai upaya mendukung keberlanjutan panti asuhan.

Zainal berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik pengelolaan panti. “Tema ini jangan hanya selesai menjadi tulisan. Kita ingin pengelolaan panti semakin berkelanjutan, beregenerasi, dan mampu melahirkan transformasi kepemimpinan yang nyata,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kesabaran dan perjuangan para pengelola panti yang dinilainya luar biasa dan patut menjadi catatan amal jariyah. Ke depan, MPKS PWM DIY berharap pendidikan khusus seperti ini dapat diselenggarakan secara berkala agar panti asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah semakin maju serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    6
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    1
    Wow