Milad ke-24 LAZISMU, Integrasi Menguatkan Dampak Dimulai dari Mendengarkan Isi Hati Masyarakat

Milad ke-24 LAZISMU, Integrasi Menguatkan Dampak Dimulai dari Mendengarkan Isi Hati Masyarakat

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA — LAZISMU menggelar Resepsi Milad ke-24 di Aula Lantai 4 Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/7). Mengusung tema "Integrasi Menguatkan Dampak", peringatan milad tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen LAZISMU dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Badan Pengurus LAZISMU Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan tema tersebut lahir dari semangat transformasi yang mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional LAZISMU tahun 2025 di Kalimantan Selatan. Menurutnya, tema ini menjadi pijakan untuk memperkuat integrasi kelembagaan agar mampu menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

"Hari ini kita melakukan refleksi perjalanan LAZISMU selama 24 tahun. Kita melihat kembali rencana strategis yang di dalamnya terdapat semangat untuk melakukan transformasi yang terintegrasi dan berdampak," ujarnya.

Ia menjelaskan, integrasi tidak hanya dimaknai sebagai penyatuan sistem dan tata kelola organisasi, tetapi juga sebagai upaya memperluas kolaborasi agar setiap program pemberdayaan mampu memberikan dampak yang nyata.

Menurut Mujadid Rais, keberhasilan sebuah lembaga filantropi tidak cukup diukur dari besarnya dana yang dihimpun maupun disalurkan. Yang lebih penting adalah sejauh mana program-program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Integrasi antara sistem harus dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Apa yang bisa kita bantu untuk memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi," katanya.

Karena itu, lanjutnya, LAZISMU harus hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan persoalan yang mereka alami, serta memahami harapan yang mereka titipkan. Dengan cara itulah masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan isi hati mereka, sementara LAZISMU dapat menghadirkan solusi yang tepat sasaran.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama transformasi pemberdayaan adalah mengantarkan mustahik menuju kehidupan yang lebih sejahtera hingga pada akhirnya mampu menjadi muzaki. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat dua indikator utama yang harus terus diperkuat, yakni tata kelola organisasi dan dampak program.

"Ikhtiar ini perlu dilakukan bersama dengan mengukur capaian yang telah diperoleh sehingga mustahik dapat tumbuh menjadi muzaki. Karena itu, peningkatan kapasitas mustahik menjadi sangat penting. Fokus utama kita tetap pada pembangunan manusianya," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Mujadid Rais menekankan pentingnya pengukuran dampak dari setiap program yang dijalankan LAZISMU. Menurutnya, evaluasi yang terukur akan memberikan umpan balik yang bermanfaat, baik bagi para penerima manfaat maupun para mitra yang telah berkolaborasi.

Melalui tata kelola yang semakin terintegrasi, LAZISMU berharap dapat memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sehingga manfaat program-program pemberdayaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow