Milad ke-113 Muhammadiyah: PK IMM K.H. Sudja’ UGM Angkat Isu Kesehatan Hewan Lewat Layanan Pemeriksaan Gratis
SLEMAN — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) K.H. Sudja’ Universitas Gadjah Mada menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan hewan gratis di pelataran Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD), Ngemplak, Sleman, Ahad (23/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari semarak Milad ke-113 Muhammadiyah sekaligus upaya mengenalkan diskursus baru tentang kesehatan dan kesejahteraan hewan di lingkungan gerakan mahasiswa Muhammadiyah.
Sejak pukul 06.00, pemilik kucing dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah berdatangan, meski layanan baru dibuka pukul 06.30. Sebanyak 36 kucing dari 28 pemilik menjalani pemeriksaan dasar, penanganan awal, hingga edukasi kesehatan hewan. Antusiasme masyarakat ini menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap layanan kesehatan hewan yang mudah diakses dan terjangkau.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Klinik Hewan MyHiro, LAZISMU Depok Sleman, serta penyediaan obat-obatan dari RS UAD. Penyelenggara juga telah memperoleh izin resmi Bakti Sosial Legal dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang DIY.
PK IMM K.H. Sudja’ UGM mengusung pendekatan One Health, yaitu kerangka yang memandang kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu ekosistem yang saling berkaitan. Pendekatan ini menegaskan bahwa kebermanfaatan organisasi tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi makhluk hidup lain yang hidup berdampingan.
Ketua Umum PK IMM K.H. Sudja’ UGM, Afghan Azka Falah (mahasiswa Magister Bioetika UGM) menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan memperluas cakupan isu kemanusiaan. “Selama ini layanan kesehatan hewan umumnya berada di institusi pendidikan. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam berkemajuan punya peluang untuk hadir di ruang ini,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti minimnya perhatian terhadap isu veteriner di Muhammadiyah dan IMM, termasuk belum adanya klaster khusus kesehatan hewan serta sedikitnya program studi terkait di kampus Muhammadiyah–‘Aisyiyah. “Ada ruang kosong yang perlu diisi,” tambahnya.
Sebanyak 30 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan, Program D4 Teknologi Veteriner, dan Fakultas Farmasi UGM terlibat sebagai relawan. Mereka menangani pemeriksaan, pencatatan medis, peracikan obat, hingga memberikan edukasi kepada pemilik hewan, sebuah praktik kolaborasi interprofesi yang memungkinkan mahasiswa mengintegrasikan keahlian lintas disiplin.
Ismail Ahmad, mahasiswa Profesi Apoteker UGM, mengaku mendapat pengalaman baru terutama dalam formulasi obat hewan. “Ada resep Meloxicam 7,5 mg seperempat tablet. Kalau digerus volumenya sangat sedikit, jadi mesti dicampur Saccharum lactis supaya merata dalam kapsul,” ujarnya sambil tersenyum. “Kalau belajar dari buku saja, kita tidak akan membayangkan situasi serumit ini.”
Dokter hewan kegiatan ini, drh. Rais Nur Rohman, menyebut antusiasme masyarakat sebagai indikator kuatnya kebutuhan edukasi dan layanan kesehatan hewan. “Meskipun jadwal mulai pukul 06.30, masyarakat sudah datang lebih awal. Respons warga Jogja luar biasa,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini penting bukan hanya untuk mendeteksi masalah kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran publik mengenai hak hewan atas kesejahteraan dan perawatan yang layak.
PK IMM K.H. Sudja’ UGM berencana melanjutkan program serupa pada Desember mendatang di Wisdom Park UGM guna memperluas akses layanan dan memperkuat literasi kesejahteraan hewan di lingkungan Muhammadiyah.
Melalui inisiatif ini, PK IMM K.H. Sudja’ UGM mendorong perluasan spektrum kebermanfaatan gerakan mahasiswa, dari isu kemanusiaan menuju kepedulian ekologis yang lebih menyeluruh. Pendekatan One Health menjadi pijakan untuk memastikan bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow