Mendunia! Dosen UAD Adakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Pengajar Sanggar Bimbingan se-Semenanjung Malaysia

Mendunia! Dosen UAD Adakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Pengajar Sanggar Bimbingan se-Semenanjung Malaysia

Smallest Font
Largest Font

MALAYSIA - Pendidikan non-formal adalah program pendidikan yang tidak termasuk dalam jenjang pendidikan formal dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi Masyarakat yang tidak dapat dijangkau oleh program pendidikan formal.

Anak-anak tenaga migran seringkali tidak terjangkau oleh program pendidikan formal di negara tujuan mereka. Sebagai alternatif, pendidikan non-formal dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar dan meningkatkan keterampilan mereka. Pendekatan yang digunakan dalam pendidikan non-formal harus berbeda dengan pendekatan dalam pendidikan formal.

Oleh karena itu, tenaga pengajar Sanggar Bimbingansanggar (SB) diharapkan memiliki ketrampilan dan kreatif dalam mengelola kelas yang beragam dan menginternalisasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang diimplementasikan dalam pembelajaran.

Untuk membantu meningkatkan kecakapan tersebut, Tim Dosen (Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan pelatihan ini meliputi (1) Pelatihan Ice breaking pembelajaran sekolah yang menyenangkan (2) Pelatihan strategi pembelajaran yang membentuk akhlak mulia siswa sanggar bimbingan, dan (3) Implementasi sistem informasi manajemen pendidikan sanggar bimbingan belajar.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh Imam Azhari, S.Si., M.Cs., Drs. Aris Thobirin, M.Si., Sri Handayaningsih, S.T., M.T., dan Fariz Setyawan, M.Pd. melalui dua tahap, secara luring dan daring. Pelatihan luring diadakan pada Sabtu (25/5) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kualalumpur, Malaysia. 

Pelatihan ini juga dihadiri oleh Friny Napasti, Kepala Sekolah Indonesia Kualalumpur (SIKL), Malaysia. Beliau menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat mengingat para tenaga pendidik menghadapi tantangan yang beragam di tiap Sanggar Bimbingannya masing-masing.

Sehingga dengan adanya pelatihan ini, guru memiliki wawasan dan praktik yang berharga untuk dapat diimplemetasikan saat proses belajar mengajar di kelas.

Pada sesi pertama, Aris Thobirin menjelaskan bahwa kesempurnaan islam ditinjau dari akhlaqnya. Akhlaq siswa salah satunya mencontoh guru sebagai uswatun kahsanah di depan kelas.

Pada sesi kedua, Fariz menjelaskan ice breaking merupakan aktivitas yang bertujuan untuk saling mengenal, memahami dan berinteraksi satu sama lain antar siswa. Oleh karena itu, dalam pembelajaran, guru harus sejahtera dan sehat secara mental supaya dapat mengusahakan lingkungan yang sehat bagi peserta didik

Pelatihan ini diikuti oleh 39 guru SB yang berada di Malaysia. Antusiasme peserta pelatihan tampak dari keaktifan serta kesungguhan peserta dalam mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir.

Dalam pelatihan ini, peserta memeragakan salah satu aktivitas ice breaking yang ada di modul melalui role playing. Peserta dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 5-6 orang dimana salah satu peserta ada yang berperan menjadi guru. 

Perwakilan peserta, yaitu Mukhotib, menyebutkan kalau kegiatan ini membuatnya termotivasi untuk memberikan salah satu aktivitas ice breaking agar siswa tidak merasa bosan” 

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi. Dengan ice breaking siswa tidak hanya bermain namun juga belajar,” ujar Rukayah, salah satu pengajar SB Selayang, menambahkan. (*) 

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow