MBS Mu-One Purwokerto Gelar Lomba Adzan dan Tahfidz Al‑Qur'an Tingkat SD dan MI
PURWOKERTO – Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Mu-One SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto bekerja sama dengan Santri Ma’had Fasbiqul Khoirot Purwokerto menggelar lomba adzan dan tahfidz Al‑Qur'an tingkat SD dan MI se-Kota Purwokerto di Masjid Umar bin Khottob pada Sabtu (15/3).
Setelah melalui persaingan ketat, akhirnya terpilih para jawara lomba adzan dan tahfidz Al‑Qur'an. Juara lomba adzan adalah:
Fazaruna Pandya Mirza (MIN 1 Banyumas);
Ibrahim Fayyadl A (SD Al Irsyad 01 Purwokerto);
M. Fathan Al‑Maizan (SD Al Irsyad 01 Purwokerto).
Sedangkan juara lomba tahfidz Al‑Qur'an ialah:
Fatya Meta Khairunnisa (MI Muhammadiyah Kedungwuluh Lor, Patikraja, Banyumas);
Aisyah Alaya (MI Muhammadiyah Gandatapa, Sumbang, Banyumas);
Lubna Azizah (MI Muhammadiyah Purbalingga).
Pengasuh Pesantren MBS Mu-One SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto, Nur Khasbi, SHI, MM, menjelaskan bahwa lomba tahfidz Al‑Qur'an juz 30 dan lomba adzan bertujuan menumbuhkan kreativitas serta menggali potensi diri peserta agar menjadi generasi pencinta Al‑Qur'an yang dapat memperkuat syiar Islam di kalangan generasi milenial.
"Alhamdulillah, lomba tahfidz Al‑Qur'an dan lomba adzan berlangsung meriah dan semarak karena semua peserta tampak antusias dan bersemangat mengikutinya. Selamat dan sukses untuk para juara; semoga hasil yang diperoleh menjadi motivasi untuk semakin memantapkan diri dalam mengasah kemampuan suara serta sebagai media untuk terus mencintai dan memahami isi serta kandungan ayat suci Al‑Qur'an," ujarnya.
Kepala MI Muhammadiyah Kedungwuluh Lor, Patikraja, Banyumas, Suryanti, M.Pd, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan salah satu siswinya menjadi juara tahfidz Al‑Qur'an.
"Semoga pencapaian Ananda Fatya Meta Khairunnisa pada lomba tahfidz Al‑Qur'an yang diselenggarakan oleh Pesantren MBS Mu-One SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto dapat menjadi motivasi baginya dan peserta lainnya untuk lebih mendalami ilmu agama sejak dini. Pengalaman berharga ini diharapkan tidak hanya menjadikan kompetisi sebagai ajang persaingan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran guna meningkatkan kepercayaan diri, sehingga kelak tercipta generasi Islami yang mumpuni, komprehensif, dan berkeadaban," ujar Suryanti, M.Pd.
(Tarqum Aziz JurnalisMu)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
1
Wow