Kader Muda Muhammadiyah Belajar Urban Farming di Edufarm Mentari

Kader Muda Muhammadiyah Belajar Urban Farming di Edufarm Mentari

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Sebanyak 41 siswa SMA Muhammadiyah Kalasan yang tergabung dalam Kader Muda Muhammadiyah mengikuti kegiatan outing class di Edufarm Mentari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalasan, Kamis (20/8). Didampingi sejumlah guru, para siswa mendapat kesempatan belajar langsung mengenai budidaya tanaman sekaligus mengenal potensi urban farming sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan.

Rombongan disambut jajaran Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PCM Kalasan selaku pengelola Edufarm Mentari. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal secara langsung berbagai jenis tanaman sayur, buah, serta tanaman bernilai ekonomi yang dikembangkan di Edufarm.

Guru pembimbing SMA Muhammadiyah Kalasan, Supadi Sungkono, S.Pd., mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan outing class untuk memperluas wawasan siswa melalui pembelajaran di luar kelas.

"Melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih mengenal budidaya tanaman sayur, buah, dan tanaman lainnya yang dikelola Edufarm, sekaligus memperluas wawasan dari materi yang diperoleh di sekolah," ujarnya.

Ketua MEBP PCM Kalasan, H. Mardiyana, S.T., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, Edufarm Mentari dapat menjadi ruang belajar bagi kader muda Muhammadiyah untuk mengenal dunia pertanian sekaligus mengembangkan karakter generasi yang tangguh dan mandiri.

"Sudah selayaknya Kader Muda Muhammadiyah memanfaatkan kesempatan untuk belajar di Edufarm sebagai salah satu unit usaha MEBP. Ini juga menjadi bentuk saling mendukung antarberbagai elemen Persyarikatan agar dapat saling menguatkan," katanya.

Mardiyana menjelaskan, program-program yang dijalankan MEBP tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan aktivitas ekonomi, tetapi juga mendukung program PCM Kalasan dari sisi pendanaan. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar dakwah yang mencerahkan sekaligus memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan langsung dari pengelola Edufarm Mentari, Suhardi, yang juga merupakan anggota MEBP PCM Kalasan. Ia memperkenalkan berbagai tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi, di antaranya bayam Brasil, seledri, dan sejumlah tanaman lainnya.

Suhardi juga menjelaskan konsep ketahanan pangan melalui prinsip sederhana, yakni "menanam apa yang kita makan, dan makan apa yang kita tanam."

Menurutnya, prinsip tersebut dapat diterapkan melalui sistem urban farming yang efektif dan efisien. Urban farming tidak membutuhkan lahan pertanian yang luas karena tanaman dapat dibudidayakan menggunakan pot, polybag, maupun sistem hidroponik.

Dengan teknik budidaya yang tepat, masyarakat dapat menghasilkan sayur dan buah untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga sekaligus memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah.

Tak hanya mendapatkan materi, para siswa juga diajak mempraktikkan sejumlah tahapan budidaya tanaman. Mereka diperkenalkan dengan cara menyemai bibit, melakukan pemupukan, hingga merawat tanaman secara praktis.

Kegiatan pembelajaran di Edufarm Mentari tersebut juga diikuti siswa SD Muhammadiyah Bayen di bawah bimbingan Kepala Sekolah Sutarlan, M.Pd. Pada hari yang sama, ibu-ibu 'Aisyiyah PCA Kalasan turut melakukan kunjungan.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa Edufarm Mentari berpotensi menjadi ruang belajar bersama bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilan di bidang pertanian.

Ke depan, Edufarm Centre Mentari PCM Kalasan diharapkan dapat berkembang menjadi "laboratorium alam" urban farming bagi pelajar dan masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah di Kalasan. Keberadaan Edufarm diharapkan ikut mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sayur dan buah bagi keluarga.

Selain pengembangan tanaman pangan, sayur, dan buah, Edufarm juga berencana memperluas pembinaan di bidang peternakan. Pengembangan tersebut diarahkan agar terjadi keterhubungan antara sektor pertanian dan peternakan, sehingga hasil samping dari budidaya tanaman dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung usaha peternakan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow