Iwan Setiawan: IPM Harus Mampu Jawab Tantangan Pelajar dan Siapkan Masa Depan Organisasi
YOGYAKARTA — Sebuah organisasi akan tetap relevan apabila mampu menjawab persoalan yang dihadapi anggotanya. Pesan itu disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Dr. Iwan Setiawan, M.S.I., saat memberikan amanat dalam Pengukuhan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) DIY periode 2026–2028 di Amphitarium Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rabu (10/6) malam.
Dalam sambutannya, Iwan mengajak para kader IPM untuk menjadikan QS. Al-Hasyr ayat 18 sebagai acuan gerak organisasi. Ayat tersebut mengingatkan manusia agar tidak hanya mempersiapkan apa yang dikerjakan hari ini, tetapi juga merencanakan masa depan.
Menurutnya, pesan tersebut sangat relevan bagi kepengurusan PW IPM DIY periode 2026–2028. Dalam masa bakti yang tidak panjang dan juga pendek, IPM dituntut mampu menjawab kebutuhan pelajar saat ini sekaligus menyiapkan masa depan organisasi.
“Program-program IPM DIY harus dekat dengan realitas pelajar hari ini. Tantangan yang dihadapi pelajar tidak ringan, mulai dari persoalan moralitas, kriminalitas, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja. IPM DIY harus mampu membaca fenomena tersebut dan menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelajar,” ujarnya.
Selain responsif terhadap persoalan pelajar, Iwan menekankan pentingnya pengembangan kreativitas kader. Menurutnya, pengalaman berorganisasi memberikan banyak nilai tambah, mulai dari terbentuknya jejaring yang luas, keterampilan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, hingga kecakapan memecahkan masalah.
Potensi-potensi tersebut, lanjutnya, perlu terus diasah selama berproses di IPM agar menjadi bekal berharga dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia profesional di masa depan.
PWM DIY juga mendorong IPM untuk memanfaatkan momentum yang saat ini disebut Muhammadiyah sebagai masa keemasan. Fenomena “login Muhammadiyah”, di mana semakin banyak generasi muda mulai mengenal dan tertarik dengan Muhammadiyah, dinilai menjadi peluang besar bagi organisasi otonom untuk memperluas basis kader.
“IPM dapat menjadi salah satu gerbang utama bagi pelajar untuk mengenal dan bergabung dengan Muhammadiyah,” katanya.
Apalagi di era digital, Iwan menilai dakwah melalui media sosial memiliki peran yang semakin strategis. Karena itu, IPM DIY diharapkan mampu menghadirkan dakwah digital yang kreatif, menarik, dan dekat dengan dunia pelajar sehingga media sosial dapat menjadi ruang efektif untuk memperluas jangkauan gerakan sekaligus mengajak lebih banyak pelajar berproses di IPM.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan pentingnya peran organisasi otonom (Ortom) sebagai pintu perkaderan Muhammadiyah. Saat ini Muhammadiyah memiliki tujuh Ortom, termasuk empat Angkatan Muda Muhammadiyah, yakni Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Banyak pimpinan Muhammadiyah, khususnya di tingkat daerah, merupakan alumni Ortom dan tidak sedikit yang memulai proses kaderisasinya dari IPM. Karena itu, Ortom memiliki fungsi strategis sebagai pelopor, pelangsung, sekaligus penyempurna perjuangan Muhammadiyah.
“Ortom merupakan lumbung perkaderan Muhammadiyah. Dari sinilah lahir kader-kader yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan persyarikatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iwan menyebut Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki posisi yang sangat penting bagi Muhammadiyah. Meski wilayahnya relatif kecil, DIY menjadi salah satu pusat perkembangan persyarikatan. Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah disebutkan bahwa Muhammadiyah berkedudukan di dua kota, yakni Jakarta dan Yogyakarta.
Karena itu, sumber daya kader di DIY sangat dibutuhkan, baik untuk menguatkan Muhammadiyah di tingkat wilayah maupun pusat.
Keistimewaan Muhammadiyah DIY juga tampak dari banyaknya kader yang berasal dari luar daerah tetapi memilih menempuh pendidikan, beraktivitas, dan berorganisasi di Yogyakarta. Artinya, "Kota Pelajar" ini telah menjadi melting pot bagi aktivis Muhammadiyah dari berbagai penjuru Indonesia.
"Oleh karena itu, PWM DIY pun menyambut baik kehadiran para kader tersebut, termasuk dengan membuka ruang belajar dan pengembangan diri lewat pemanfaatan Gedung Muhammadiyah DIY di Jalan Gedongkuning No. 130 B Yogyakarta, meskipun IPM tidak berkantor di sini karena sudah ada Pendopo Jamhari bersama IMM, tapi tetap Gedung ini adalah rumah kalian juga," tutur Iwan.
Menutup amanatnya, Iwan menyampaikan ucapan selamat kepada Ipmawan Syauqi beserta jajaran PW IPM DIY periode 2026–2028 yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepemimpinan baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta melanjutkan peran strategis IPM sebagai organisasi kader Muhammadiyah.
“Pengukuhan ini menjadi awal amanah baru dalam melanjutkan peran strategis IPM sebagai organisasi kader Muhammadiyah,” pungkasnya
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow