Hari Bermuhammadiyah Sleman 2026 di Museum Gunung Merapi Teguhkan Dakwah Mencerahkan Peradaban

Hari Bermuhammadiyah Sleman 2026 di Museum Gunung Merapi Teguhkan Dakwah Mencerahkan Peradaban

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Ribuan warga Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dari berbagai kapanewon di Kabupaten Sleman memadati kawasan Museum Gunung Merapi (MGM), Hargobinangun, Pakem, Sabtu (1/8), dalam gelaran Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman 2026. Mengusung tema "Dakwah Lereng Merapi: Mencerahkan, Memberdayakan, dan Memajukan Peradaban", kegiatan ini menjadi ajang mempererat ukhuwah sekaligus meneguhkan peran Muhammadiyah dalam dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Sejak pagi, ribuan jamaah telah berdatangan menggunakan bus, kendaraan pribadi, hingga rombongan dari berbagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Kawasan Museum Gunung Merapi pun berubah menjadi lautan warga Muhammadiyah yang memadati arena utama, bazar UMKM, layanan kesehatan, hingga lokasi donor darah.

Sebelum acara inti dimulai, panitia menghadirkan praacara yang dipandu dua pembawa acara dengan mengajak jamaah mengunjungi puluhan stan UMKM binaan PCA Pakem dan masyarakat Hargobinangun. Berbagai produk lokal, seperti olahan salak, jadah Kaliurang, bakso, soto, kebab, burger, susu kambing etawa, hingga aneka jajanan tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Tak hanya bazar, panitia juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah bekerja sama dengan PMI, serta promo tiket masuk Museum Gunung Merapi bagi seluruh peserta. Berbagai layanan tersebut menjadi wujud komitmen Muhammadiyah dalam menggerakkan ekonomi umat sekaligus menghadirkan pelayanan sosial bagi masyarakat.

Suasana semakin semarak dengan penampilan kreativitas siswa-siswi sekolah Muhammadiyah di Pakem. Pembukaan diawali Tari Anugraha Pari dari SMP Muhammadiyah Pakem, peraih Juara Harapan II Festival Lomba Seni Nasional Kabupaten Sleman. Tarian yang menggambarkan semangat para petani itu berhasil memukau ribuan jamaah dan disambut tepuk tangan meriah.

Kemeriahan berlanjut melalui penampilan Drum Band TK ABA Boyong bertajuk "Mahaguru Merapi". Pertunjukan tersebut mengisahkan kehidupan masyarakat lereng Merapi, mulai dari suasana damai sebelum erupsi, kepanikan saat bencana, hingga bangkit kembali membangun kehidupan dengan semangat gotong royong. Penampilan puluhan anak usia dini itu mendapat apresiasi tinggi dari para hadirin.

Tak kalah memikat, siswa SD Muhammadiyah 2 Pakem yang merupakan Juara I Angklung Tingkat DIY membawakan sejumlah lagu bertema nasionalisme dan religius. Harmoni angklung yang mereka mainkan menghadirkan suasana khidmat di pagi hari lereng Merapi.

Sementara itu, penyanyi cilik Zaura dari SD Muhammadiyah Pakem membawakan lagu religi Kebesaran-Mu yang berhasil menyentuh hati para jamaah dan mendapat sambutan hangat dari ribuan peserta.

Acara inti kemudian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars 'Aisyiyah sebagai simbol perpaduan nilai keislaman, kebangsaan, dan semangat dakwah berkemajuan.

Ketua PCM Pakem, H. Raden Agung Nugroho, M.A., dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan menjadikan Pakem sebagai tuan rumah Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman 2026.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah Pakem terus berkembang melalui berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan ekonomi. Mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Pakem yang kini berproses menjadi Klinik Utama, Panti Asuhan Putri Muhammadiyah, pengajian Ahad pagi di sembilan titik, koperasi, hingga Muhammadiyah Business Corner.

Menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini juga ditopang oleh bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, donor darah, serta ribuan paket konsumsi hasil gotong royong jamaah dan takmir masjid di wilayah Pakem.

"Kami berharap Hari Ber-Muhammadiyah ini semakin menggembirakan dakwah dan memperkuat ukhuwah warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman," ujarnya.

Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.Si., M.Si., memberikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan daerah. Menurutnya, Hari Ber-Muhammadiyah bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang membangun masyarakat yang religius, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong, serta mendukung pendidikan generasi muda melalui lembaga-lembaga Muhammadiyah. Dalam kesempatan itu, Harda juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Klinik PKU Muhammadiyah Pakem agar segera meningkat statusnya menjadi Klinik Utama.

Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., mengungkapkan bahwa kehadiran lebih dari tujuh ribu jamaah menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan warga Muhammadiyah Sleman.

Ia mengingatkan lima kekuatan utama yang harus dimiliki warga Muhammadiyah, yakni keimanan sebagai aset terbesar, kejujuran sebagai harta terbaik, kesabaran sebagai senjata utama, doa sebagai alat tercanggih, serta persatuan sebagai modal utama membangun organisasi yang semakin berkemajuan.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY, Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag., menegaskan bahwa pengajian merupakan jantung gerakan Muhammadiyah sejak didirikan KH Ahmad Dahlan.

Menurutnya, hampir seluruh amal usaha Muhammadiyah lahir dari tradisi pengajian yang melahirkan gagasan, inovasi, dan gerakan nyata bagi kemajuan umat. Ia pun mengapresiasi antusiasme warga Muhammadiyah Sleman yang mampu menghadirkan ribuan jamaah dalam satu kegiatan besar.

Selain pengajian, panitia juga memberikan penghargaan kepada guru-guru TK ABA dan para takmir masjid Muhammadiyah. Penampilan Polisi Cilik SD Muhammadiyah Pakem dengan atraksi baris-berbaris dan seni budaya Nusantara turut menambah semarak acara.

Selama kegiatan berlangsung, panitia juga menggalang dana melalui LAZISMU sebagai bentuk kepedulian sosial warga Muhammadiyah terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman 2026 menjadi lebih dari sekadar pengajian akbar. Kegiatan ini menampilkan wajah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang menghadirkan dakwah melalui aksi nyata, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, hingga pelestarian budaya.

Melalui semangat "Dakwah Lereng Merapi: Mencerahkan, Memberdayakan, dan Memajukan Peradaban", ribuan warga Muhammadiyah membuktikan bahwa dakwah tidak hanya disampaikan lewat lisan, tetapi juga diwujudkan dalam karya dan pelayanan yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow