Galur Punya Sejarah Strategis, PWM DIY Dorong Ponpes Muhammadiyah Bangun Kolaborasi dan Keunggulan

Galur Punya Sejarah Strategis, PWM DIY Dorong Ponpes Muhammadiyah Bangun Kolaborasi dan Keunggulan

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. M. Ikhwan Ahada, M.A., menegaskan pentingnya penguatan tata kelola, kolaborasi, dan keunggulan khas (distinctive) bagi pondok pesantren Muhammadiyah agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.

Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) Mudir Pesantren Al Manar Galur, Jumat (17/7), di Ruang Rapat Gedung Muhammadiyah DIY. Ia hadir didampingi Wakil Ketua PWM DIY Dr. Nur Ahmad Ghojali, M.Ag., serta Wakil Sekretaris PWM DIY Dr. Farid Setiawan, M.Pd.I.

Dalam pertemuan tersebut, Ikhwan menekankan bahwa Galur memiliki nilai sejarah yang strategis sebagai salah satu pusat awal perkembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu, semangat membangun dan memajukan amal usaha pendidikan Muhammadiyah di Galur harus terus dipelihara sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu.

Menurutnya, kemajuan pondok pesantren tidak akan terwujud tanpa tata kelola yang profesional. Manajemen yang baik menjadi fondasi utama dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pesantren Muhammadiyah.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya membangun kolaborasi, kohesi, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan pesantren, katanya, memerlukan dukungan dari lembaga pendidikan Muhammadiyah, para alumni, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), orang tua, hingga masyarakat luas.

Selain tata kelola dan kolaborasi, Ikhwan menilai setiap pesantren Muhammadiyah harus memiliki nilai pembeda (distinctive) yang menjadi keunggulan dibandingkan lembaga pendidikan lainnya. Keunggulan tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan karakter Islami, inovasi pembelajaran, prestasi akademik maupun nonakademik, serta pelayanan pendidikan yang berkualitas.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pesantren Muhammadiyah untuk terus menjalin hubungan yang harmonis dengan pemerintah. Menurutnya, Muhammadiyah merupakan organisasi yang senantiasa taat terhadap regulasi, sehingga sinergi dengan pemerintah menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan pendidikan.

Ikhwan juga mendorong pesantren Muhammadiyah untuk memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah negeri, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Kolaborasi tersebut diyakini dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang saling mendukung sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Di akhir arahannya, Ikhwan mengingatkan tantangan besar yang sedang dihadapi dunia pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Ia menyebutkan masih terdapat sekitar 1.400 kursi kosong di tingkat SD di DIY. Kondisi tersebut, katanya, harus menjadi perhatian bersama agar seluruh amal usaha pendidikan Muhammadiyah semakin meningkatkan daya saing, kualitas layanan, dan kepercayaan masyarakat.

Pada kesempatan ini, PWM DIY juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Mudir Pesantren Al Manar Galur kepada Musthafa Kamal yang akan memimpin dan mengembangkan pesantren tersebut ke depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow