UMY Teguhkan Solidaritas untuk Palestina Lewat Talkshow dan Pameran Foto
YOGYAKARTA — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perjuangan kemanusiaan bagi Palestina melalui penyelenggaraan Talkshow and Photo Exhibition bertajuk Palestine Through the Lens, Senin (29/6), di Amphiteater Gedung Pascasarjana UMY. Menghadirkan akademisi, jurnalis internasional, fotografer perang, hingga aktivis kemanusiaan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa perjuangan rakyat Palestina masih terus berlangsung.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Program Doktor dan Magister Hubungan Internasional, Program Studi Ilmu Komunikasi, serta Komunitas Fotka (Fotografi Komunikasi) UMY. Wakil Dekan II Bidang Sumber Daya dan AIK Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) UMY, Dr. Sugeng Riyanto, S.IP., M.Si., mengatakan konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung hampir delapan dekade merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dilupakan masyarakat dunia.
"Semua bentuk kejahatan kemanusiaan seolah telah terjadi di Palestina, mulai dari penyiksaan, penculikan, pembunuhan hingga genosida. Karena itu perjuangan membela Palestina harus terus disuarakan," ujarnya.
Menurut Sugeng, berdirinya Muhammadiyah Palestine Study Center di UMY menjadi wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam mendukung kemerdekaan Palestina melalui jalur pendidikan, diplomasi, dan aksi kemanusiaan.
"Indonesia selama ini memiliki posisi yang kuat dalam mendukung Palestina. Namun perjuangan ini tidak boleh bergantung pada situasi politik semata. Kesadaran masyarakat harus terus dipelihara melalui berbagai ruang edukasi seperti ini," tambahnya.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMY, Dr. Filosa Gita Sukmono, S.I.Kom., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan diskusi, tetapi juga membangun sensitivitas publik terhadap tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung di Palestina.
"Kami ingin masyarakat melihat Palestina dari sudut pandang yang lebih manusiawi. Jangan sampai isu ini hilang dari perhatian dunia. Foto-foto yang ditampilkan diharapkan mampu menggugah hati agar masyarakat ikut menyuarakan kemerdekaan Palestina," jelasnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan ini selaras dengan sikap Muhammadiyah dan UMY yang selama ini konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina.
"Kita tidak cukup hanya menyatakan sikap, tetapi juga perlu melakukan aksi nyata. Bisa melalui karya, pemikiran, pendidikan, maupun ruang-ruang diskusi seperti ini," katanya.
Dalam sesi talkshow, fotografer Palestina Mohammed Asad membagikan pengalamannya mendokumentasikan konflik di Gaza. Ia mengisahkan beratnya perjuangan para jurnalis yang tetap bekerja meski kantor media hancur, akses internet terputus, dan keselamatan mereka terus terancam demi memastikan suara rakyat Palestina tetap terdengar oleh dunia.
Persoalan tersebut semakin kompleks dengan munculnya tantangan di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Jurnalis Australia Zoe Reynold menyoroti adanya bias pada sejumlah sistem AI yang menolak menghasilkan visual terkait tragedi kemanusiaan di Palestina.
Sementara itu, aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi menegaskan bahwa meskipun misi kemanusiaan melalui jalur laut yang diikutinya gagal mencapai Gaza akibat intersepsi militer Israel, solidaritas masyarakat sipil dunia tetap menjadi kekuatan penting untuk menjaga perhatian internasional terhadap Palestina.
Pandangan serupa disampaikan dosen Hubungan Internasional UMY, Dr. Ahmad Sahide, S.IP., M.A. Menurutnya, tekanan masyarakat sipil internasional memiliki peran yang semakin signifikan dalam memengaruhi kebijakan negara-negara besar terhadap konflik Palestina. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mempertahankan dukungan moral dan kemanusiaan melalui aksi damai, edukasi, serta diplomasi publik.
Melalui kegiatan ini, UMY berharap solidaritas terhadap Palestina tidak berhenti pada rasa empati sesaat, melainkan berkembang menjadi kesadaran kolektif yang terus hidup melalui pendidikan, karya, dan berbagai aksi kemanusiaan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow