Atap Kelas Ambruk Saat Belajar, Muhammadiyah Bergerak Pulihkan MTs Muhammadiyah 4 Bulu
SRAGEN — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyalurkan bantuan awal sebesar Rp200 juta untuk mendukung pemulihan MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, yang terdampak ambruknya atap ruang kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Bantuan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, melalui Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PP Muhammadiyah pada Ahad (31/5). Dana tersebut ditujukan untuk mempercepat penanganan fasilitas sekolah agar proses pendidikan dapat kembali berjalan dengan baik.
“Ini sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, bukan sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Karena untuk madrasah kewenangannya berada di Kementerian Agama. Saya meminta ini dibangun sebagai Sekum PP Muhammadiyah,” kata Mu’ti.
Peristiwa ambruknya atap terjadi pada Selasa (12/5) sekitar pukul 08.00 WIB saat siswa kelas VII mengikuti pelajaran Bahasa Inggris bersama guru mereka, Nurul Eka Ismiyati. Atap ruang kelas tiba-tiba runtuh dan menimpa sejumlah siswa serta guru yang berada di dalam ruangan.
Wakil Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo, mengatakan tidak ada tanda-tanda yang mengindikasikan bangunan akan roboh sebelum kejadian berlangsung.
“Waktu pembelajaran berlangsung, tiba-tiba atap roboh. Anak-anak yang berada di dalam kelas sedang fokus mengikuti pelajaran,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut, satu guru dan tujuh siswa mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Sebagian korban dirujuk ke RSUD Sragen, sementara satu siswa menjalani perawatan di RS Amal Sehat.
Menurut Camat Sambungmacan, Edi Purwanto, hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa ambruknya atap diduga disebabkan oleh kondisi kayu penyangga yang sudah lapuk karena usia bangunan.
“Kejadian sekitar pukul 08.00 WIB saat proses belajar mengajar berlangsung. Dari pengamatan awal, kayu penyangga atap tampak sudah lapuk,” katanya.
Proses evakuasi korban dilakukan dengan cepat melibatkan berbagai pihak, termasuk Puskesmas Sambungmacan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, dan Lazismu.
Selain membantu pemulihan fasilitas yang rusak, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan kembali sekolah perlu dilakukan dengan perencanaan yang lebih baik agar menghasilkan lingkungan belajar yang aman dan representatif.
“Nanti desain sekolahnya dibuat yang bagus dan lebih rapi dari sekarang,” ujarnya.
Mu’ti juga mendorong penataan kawasan pendidikan Muhammadiyah di Bulu secara menyeluruh. Selain renovasi MTs, PP Muhammadiyah berencana mendukung pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan konsep bangunan dua lantai. Sementara itu, untuk jenjang taman kanak-kanak (TK), terdapat peluang bantuan melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurutnya, pembangunan kembali fasilitas pendidikan perlu dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Selain dukungan dari Muhammadiyah, proses pemulihan juga mendapat perhatian dari sektor pekerjaan umum dan bantuan dari Wakil Gubernur Jawa Tengah.
Di samping pembenahan sarana pendidikan, Mu’ti juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik. Ia menawarkan kesempatan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi S1 atau D4 untuk mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang difasilitasi Kemendikdasmen.
Program tersebut memberikan bantuan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester dengan masa studi maksimal dua tahun.
“Bagi guru-guru yang belum S1 atau D4, ada program RPL dari Kemendikdasmen. Beasiswanya Rp3 juta per semester dengan masa pembelajaran maksimal dua tahun,” katanya.
Ia juga mengimbau guru yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar segera memanfaatkan program tersebut melalui koordinasi dengan unit pelaksana teknis di daerah.
Melalui dukungan pemulihan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Muhammadiyah berharap MTs Muhammadiyah 4 Bulu dapat kembali menjalankan kegiatan pendidikan secara optimal serta menyediakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi siswa dan guru.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow