4 Kemenangan Umat Islam di Hari Raya Idulfitri Menurut Husni Abadi Al Bali
DENPASAR – Hari Raya Idulfitri telah tiba dan di hari ini pula umat Islam merayakan kemenangannya setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan.
Untuk itu, umat Islam patut bersyukur kepada Allah, sebab dengan rasa syukur sebesar besarnya kita berhasil menyelesaikan suatu ibadah yang merupakan di antara rukun Islam tersebut dan hari ini, kita memasuki hari raya yang sangat anggun, yaitu Idulfitri.
“Idulfitri disebut hari kemenangan bagi kaum muslimin, hari kemenangan bagi orang yang telah berpuasa, mereka orang yang paling layak merayakannya. Sebagai kemenangan yang hakiki dan sejati,” kata H. Husni Abadi Al Bali, S.H. selaku Khatib Salat Idulfitri 1446 H di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Senin (31/3).
Husni Abadi menjabarkan empat kemenangan yang diperoleh umat Islam pada hari raya Idulfitri ini. Kemenangan pertama, kemenangan atas hawa nafsu, setelah sebulan penuh berpuasa, melalui ujian yang dijalani baik fisik psikis, kita tidak hanya menahan lapar dahaga, tetapi melatih diri mengendalikan hawa nafsu dan amarah serta melatih kesabaran
“Maka hari ini, ketika Ramadan berakhir, tetaplah hari raya ini menjadi simbol kemenangan bagi kita dalam menjalani proses penyucian terhadap diri kita dan penguatan iman kita,” ucapnya.
Setelah berpuasa selama sebulan dan merayakan hari raya ini, predikat takwa orang yang muttaqin akan kita dapatkan sebagaimana janji Allah dalam Al Qur'an Surat Al Baqarah ayat 183, yang berbunyi:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Kemenangan yang kedua adalah menjadi hamba Allah yang diampuni. Ketika bulan Ramadan, beberapa hadis ini ini sering didengar, bahwa barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dan mengharapkan keimanan, mendirikan salat tarawih untuk mengharapkan iman dan ridha Allah, serta salat malam ketika Lailatul Qadar, maka Allah akan mengampuni baginya dosa-dosa yang lalu.
“Maka, puasa kita, salat tarawih kita, qiyamul lail kita, insya Allah menjadi amal perantara bagi kita dalam meraih ampunan Allah SWT. Tiada ampunan yang lebih besar daripada ampunan dari Allah SWT,” ujar Husni sembari mensyukuri cuaca yang sejuk saat salat Id.
Kemenangan ketiga adalah menjalin silaturahim. Hari raya Idulfitri ini identik dengan saling memaafkan dan mengunjungi, mempererat silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan sesama muslim. Tak lupa juga saling memberi maaf dan mengunjungi kemenangan dari egois, serta menyingkirkan kebencian, dan permusuhan di hari raya ini.
Terakhir, kemenangan keempat adalah berbagi dan peduli. Sebelum Idulfitri kita diwajibkan membayar zakat fitrah dan mal, semua itu dalam rangka membersihkan jiwa raga dan harta kita. Tak luput pula membagi zakat itu adalah kepada mereka yang kurang mampu agar bisa merasakan kebahagiaan pada hari raya.
“Tidak satupun kita kaum muslimin yang tidak bisa makan, semua harus bahagia dan makan di hari raya. Ini adalah kemenangan untuk mengikis sifat kikir dan menumbuhkan kepedulian sesama saudara kita,” jelas Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LDK PWM) Bali itu.
Dengan mensucikan diri, kita kembali ke suci, bersih dari noda dan dosa, seperti bayi lahir. Menurut Husni, inilah simbol kemenangan yang hakiki dan di akhir khotbahnya ia mendoakan agar kita semua menjadi hamba yang Istiqomah di atas amal shalih.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow