34 Dosen PTMA Ikuti Ujikom Sertifikasi Kompetensi Peneliti Berbasis BNSP
YOGYAKARTA — Sebanyak 34 dosen dan peneliti dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) mengikuti Uji Kompetensi (Ujikom) skema Okupasi Peneliti bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Sabtu (5/9). Kegiatan tersebut diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Latihan Muhammadiyah (PusdiklatMu) bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah.
Ujikom menjadi tahap akhir dari Pelatihan Berbasis Kompetensi Okupasi Peneliti yang berlangsung pada 2–3 September 2026. Menurut penyelenggara, sertifikasi kompetensi peneliti berbasis BNSP ini merupakan yang pertama dan satu-satunya yang diselenggarakan lembaga sertifikasi profesi di Indonesia hingga saat ini.
Direktur PusdiklatMu Sarjiah mengapresiasi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga tahap uji kompetensi. Direktur LSP Muhammadiyah Filosa Gita mengatakan sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan sekaligus membuktikan kompetensi dosen melalui standar yang diakui secara nasional.
“Ini menjadi nilai tambah bagi dosen,” ujar Gita.
PusdiklatMu dan LSP Muhammadiyah menyusun rangkaian kegiatan mulai dari perancangan kurikulum, pelaksanaan pelatihan, hingga uji kompetensi. PusdiklatMu berperan sebagai penyelenggara pelatihan, sedangkan LSP Muhammadiyah melaksanakan sertifikasi kompetensi.
Skema sertifikasi mengacu pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2023 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk jabatan kerja peneliti. Skema tersebut mencakup 17 unit kompetensi, antara lain penulisan karya ilmiah, kekayaan intelektual, penyusunan naskah akademik kebijakan, serta pengusulan pendanaan riset kepada lembaga donor dalam dan luar negeri.
Dalam pelatihan, 17 unit kompetensi tersebut tidak disampaikan sebagai materi yang berdiri sendiri. Tim pengembang dari PusdiklatMu dan LSP Muhammadiyah mengemasnya dalam sejumlah modul tematik yang menggabungkan penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dengan keterampilan teknis penelitian.
Salah satu materi yang diberikan adalah “Menjadi Peneliti PTMA yang Berintegritas dan Berdampak” oleh Paryanto. Materi tersebut mengaitkan arah penelitian peserta dengan Risalah Islam Berkemajuan (RIB), Rencana Induk Riset Nasional, serta agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Sejumlah narasumber dari berbagai bidang turut terlibat dalam rangkaian pelatihan. Surahma Asti Mulasari membawakan materi penyusunan proposal riset kompetitif nasional dan internasional, Ridho Al Hamdi membahas naskah akademik dan kebijakan, serta Andri Pranolo memberikan materi penulisan artikel ilmiah dengan struktur IMRaD untuk publikasi tingkat nasional.
Materi kekayaan intelektual disampaikan Novi Caroko, sementara Iman Sumarlan mendampingi peserta dalam penyusunan draf proposal pendanaan riset melalui sesi penugasan terstruktur.
Kolaborasi PusdiklatMu dan LSP Muhammadiyah tersebut diarahkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada pengakuan kompetensi melalui sertifikasi yang mengacu pada standar nasional. Penyelenggara berharap pola tersebut dapat dikembangkan untuk skema sertifikasi lain di lingkungan Persyarikatan maupun lembaga sertifikasi profesi lainnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow