Yayan Suryana: Haji Mabrur Tampak dari Perubahan Sikap dan Kepekaan Sosial
BANTUL — Haji mabrur bukanlah gelar yang berhenti di tanah suci, melainkan cerminan perubahan diri dan perilaku setelah menunaikan ibadah haji. Demikian pesan Dr. Yayan Suryana, M.Ag., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam Pengajian Ahad Legi Alumni Bimbingan Haji 'Aisyiyah (ALBHA) Bantul yang digelar di Masjid Manunggal Bantul, Ahad (26/10).
Dalam tausiyahnya, Yayan menegaskan bahwa kemabruran haji seharusnya tampak dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan amal kebaikan, kepekaan sosial, dan keikhlasan dalam beramal.
“Haji mabrur adalah haji yang melahirkan perubahan perilaku, menumbuhkan kepekaan sosial, dan memantapkan keikhlasan dalam beramal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap rukun dan larangan dalam ibadah haji menyimpan pesan spiritual yang mendalam. Misalnya, larangan berhias ketika ihram bukan berarti Islam menolak keindahan, tetapi menjadi latihan rohani agar seseorang tidak terjebak dalam ego dan lebih mendahulukan kepentingan orang lain.
“Ketika bersolek kembali diperbolehkan setelah ihram, hendaknya makna latihan itu tetap hidup dalam diri. Kita belajar menata hati agar tidak terlalu fokus pada diri sendiri,” tuturnya.
Demikian pula, larangan memakai parfum saat ihram mengandung makna simbolik. Menurut Yayan, setelah kembali ke kehidupan sehari-hari, seorang haji hendaknya lebih mengutamakan “keharuman amal” dibanding keharuman jasmani.
“Wangi yang utama bukan dari bunga atau kasturi, tapi dari amal kebaikan. Haji mabrur dikenal bukan karena harum tubuhnya, melainkan karena akhlaknya, tutur katanya, dan manfaat yang ia tebarkan,” tambahnya.
Menutup tausiyahnya, Yayan mengingatkan tiga hal penting agar amal diterima di sisi Allah. Pertama, setiap amal harus didasari niat mencari ridha Allah. Kedua, jika amal itu berupa ibadah, hendaknya dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Ketiga, semua itu mesti dilandasi keikhlasan.
“Tanpa keikhlasan, amal sebesar apa pun kehilangan maknanya. Dengan niat yang lurus, tuntunan yang benar, dan keikhlasan yang mendalam, insya Allah kemabruran haji akan terjaga sepanjang hayat,” pesannya.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow