Wamen Fajar Dorong Pemuda Muhammadiyah Perkuat Literasi Anak Sejak Dini
TANGERANG — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mendorong Angkatan Muda Muhammadiyah mengambil peran strategis dalam transformasi pendidikan nasional, terutama menjawab tantangan rendahnya literasi anak di tengah tingginya paparan internet.
Hal itu disampaikan Fajar saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Pendidikan Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Tangerang bertema Peran Strategis Pemuda Muhammadiyah dalam Transformasi Pendidikan untuk Mewujudkan Generasi Unggul di Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin (UNIMAR), Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/4).
Menurut Fajar, saat ini jutaan anak Indonesia telah terhubung dengan internet sejak usia dini. Kondisi itu perlu diimbangi dengan penguatan literasi agar anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis.
“Sekitar 80 juta anak Indonesia sudah terhubung dengan internet. Mereka berinteraksi dengan gawai melalui YouTube, TikTok, atau Instagram, bahkan saat belum bisa membaca dan belum memiliki kemampuan berpikir analitis,” ujarnya.
Ia menegaskan usia dini merupakan masa penting dalam perkembangan intelektual, kognitif, dan emosional anak. Karena itu, intervensi literasi sejak usia 0–6 tahun menjadi langkah krusial untuk mencegah kemiskinan belajar.
“Intervensi literasi pada usia 0–6 tahun menjadi penting untuk mencegah kemiskinan belajar,” kata Fajar.
Fajar menambahkan, penguatan literasi tidak bisa dibebankan kepada sekolah semata. Menurutnya, keluarga, masyarakat, organisasi kepemudaan, dan lembaga pendidikan harus terlibat bersama membangun budaya literasi.
Ia juga menjelaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai menerapkan konsep Pembelajaran Mendalam di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pendekatan ini menekankan proses belajar yang bermakna, menyenangkan, dan berkesadaran.
“Pembelajaran Mendalam berfokus pada kompetensi pedagogis dan kemampuan mengajar. Ini bukan kurikulum baru, melainkan paradigma pembelajaran yang lebih holistik, bermakna, dan memperhatikan keamanan psikologis anak,” jelasnya.
Selain itu, Fajar menilai sekolah swasta, termasuk lembaga pendidikan Muhammadiyah, memiliki kontribusi besar dalam pembangunan pendidikan nasional. Karena itu, ia menegaskan sekolah swasta harus dipandang sebagai mitra strategis pemerintah.
“Sekolah swasta merupakan bagian penting sebagai mitra strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.
Usai menyampaikan pidato kunci, Fajar melanjutkan kunjungan ke Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kabupaten Tangerang.
Seminar ini menjadi ruang konsolidasi bagi pemuda Muhammadiyah untuk memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, khususnya menghadapi tantangan era digital dan menyiapkan generasi unggul di masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow