Sejarah Baru! Hizbul Wathan Kukuhkan Qabilah Pertama di Luar Negeri
PERLIS — Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan meresmikan sekaligus mengukuhkan Qabilah Buya HAMKA Hizbul Wathan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) sebagai qabilah Hizbul Wathan pertama yang berdiri di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peresmian ini menjadi tonggak penting dimulainya pengembangan pembinaan Hizbul Wathan pada level internasional.
Pengukuhan dilaksanakan pada Kamis (29/1) bertempat di Kampus UMAM, Perlis, Malaysia. Momentum bersejarah ini dirangkaikan dengan pelaksanaan Musyawarah Kwartir Wilayah (Musykwarwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hizbul Wathan Riau, yang menjadi forum evaluasi program, penetapan arah kebijakan organisasi, serta penguatan koordinasi kelembagaan Hizbul Wathan di tingkat wilayah.
Pendirian Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM ditetapkan melalui Surat Keputusan Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan tentang Pendirian Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM. Surat keputusan tersebut menjadi dasar hukum resmi pembentukan struktur organisasi qabilah, pengangkatan dan pengesahan pengurus, serta penyelenggaraan seluruh aktivitas kepanduan Hizbul Wathan di lingkungan Universiti Muhammadiyah Malaysia.
Ketua Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM, H. Abunawas, S.Ag., MM., menyampaikan rasa syukur atas peresmian dan pelantikan qabilah tersebut. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada UMAM sebagai tuan rumah Musykwarwil dan Rakerwil Hizbul Wathan Riau.
Menurutnya, kepercayaan tersebut mencerminkan posisi strategis UMAM sebagai pusat kegiatan akademik yang terintegrasi dengan fungsi kaderisasi Muhammadiyah, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga internasional.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau, Dr. H. Hendri Sayuti, M.Ag., menegaskan bahwa Musykwarwil dan Rakerwil merupakan instrumen penting dalam menjaga kesinambungan ideologi, konsolidasi organisasi, serta keberlanjutan sistem kaderisasi Hizbul Wathan.
Ia menekankan bahwa Hizbul Wathan memiliki peran strategis sebagai sarana pembinaan karakter kader Muhammadiyah melalui nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, kemandirian, serta semangat pengabdian.
Lebih lanjut, Hendri menyebut pengukuhan Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM memiliki makna strategis karena menjadi titik awal pengembangan kaderisasi Hizbul Wathan di luar negeri. Qabilah ini diharapkan menjadi model pembinaan kepanduan Muhammadiyah berskala internasional sekaligus representasi nilai-nilai Islam berkemajuan di kancah global.
Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan Qabilah Buya Hamka di UMAM memperluas peran kampus, tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pembinaan kader persyarikatan. Sebagai qabilah Hizbul Wathan pertama di luar negeri, UMAM diharapkan menjadi simpul strategis dalam membangun sinergi, pertukaran pengalaman, dan konsolidasi gerakan kepanduan Muhammadiyah lintas negara.
Rektor Universiti Muhammadiyah Malaysia, Dr. H. Saidul Amin, MA., menegaskan bahwa pengukuhan Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM memiliki nilai strategis dan historis dalam penguatan kaderisasi Muhammadiyah di tingkat internasional.
“UMAM tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan kader persyarikatan. Kami memegang prinsip less talk, more action. Nilai perjuangan bukan diukur dari banyaknya kata, tetapi dari konsistensi langkah dan kesungguhan dalam berkhidmat. Hizbul Wathan adalah ruang pembinaan kader yang menautkan iman, ilmu, dan amal dalam satu tarikan nafas perjuangan,” ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow