Salmah Orbayinah Ajak 'Aisyiyah Sumut Matangkan Persiapan Menuju Muktamar ke-49
MEDAN — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengajak seluruh kader Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Sumatra Utara mempersiapkan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah 2027 dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Sumatra Utara sebagai tuan rumah merupakan amanah besar yang harus dijalankan secara optimal.
Ajakan tersebut disampaikan Salmah dalam Resepsi Milad ke-109 'Aisyiyah yang digelar PWA Sumatra Utara di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (6/7).
Menurut Salmah, menjadi tuan rumah Muktamar bukan sekadar menyelenggarakan agenda organisasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah panjang perjuangan 'Aisyiyah di Sumatra Utara.
"PWA Sumatra Utara mempunyai amanah besar sebagai tuan rumah Muktamar ke-49. Amanah ini bukan hanya tentang penyelenggaraan sebuah seremonial, tetapi menjadi bagian yang sangat penting dalam sejarah perjuangan 'Aisyiyah di Sumatra Utara," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Muktamar merupakan forum strategis untuk memperkokoh ideologi gerakan, menyatukan langkah, memperkuat kepemimpinan, sekaligus melahirkan gagasan-gagasan besar bagi masa depan Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan.
Karena itu, Salmah mengajak seluruh kader memperkuat konsolidasi organisasi serta mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar dengan semangat kebersamaan.
"Mari rapatkan barisan. Jadilah tuan rumah yang menggembirakan, ramah, tangguh, dan menunjukkan kekuatan kader dalam menunaikan amanah," pesannya.
Optimisme serupa disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Akrim Lubis. Ia memaparkan berbagai kesiapan UMSU sebagai salah satu lokasi utama penyelenggaraan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.
Menurut Akrim, UMSU saat ini tengah membangun sejumlah infrastruktur strategis untuk mendukung pelaksanaan Muktamar pada 2027. Salah satunya adalah Auditorium Berkemajuan yang ditargetkan rampung pada Juni 2027. Hingga Juli 2026, pembangunan auditorium berkapasitas 7.500 peserta tersebut telah mencapai sekitar 56 persen, dengan realisasi anggaran Rp135 miliar dari total kebutuhan sekitar Rp235 miliar. Gedung itu diproyeksikan menjadi salah satu auditorium terbesar milik Persyarikatan Muhammadiyah sekaligus lokasi utama pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah.
Selain itu, UMSU juga membangun Walidah Sport Hall yang dipersiapkan sebagai lokasi kegiatan Muktamar 'Aisyiyah. Gedung berkapasitas 2.500 orang tersebut telah mencapai progres pembangunan sekitar 88 persen dengan nilai investasi Rp19,5 miliar dan ditargetkan selesai pada September 2026.
Pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan juga terus berlangsung sebagai bagian dari pengembangan kawasan kampus yang akan menjadi pusat aktivitas Muktamar. Di sisi lain, UMSU mengembangkan UMSU Garden sebagai kawasan edukatif sekaligus ruang terbuka yang dirancang menjadi ikon baru kampus. Kawasan ini tidak hanya dipersiapkan sebagai fasilitas pendukung Muktamar, tetapi juga sebagai pusat kegiatan akademik dan pengembangan kewirausahaan yang melibatkan berbagai fakultas.
Secara keseluruhan, nilai investasi pengembangan infrastruktur UMSU untuk mendukung Muktamar diperkirakan mencapai sekitar Rp500 miliar dan ditargetkan selesai sesuai jadwal penyelenggaraan.
Akrim optimistis seluruh pembangunan dapat rampung tepat waktu sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi puluhan ribu peserta Muktamar dari seluruh Indonesia.
"Kami ingin Muktamar 2027 menghadirkan pengalaman yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Karena itu, kami menyiapkan berbagai fasilitas yang representatif agar peserta merasa nyaman selama berada di UMSU," ujarnya.
Menutup paparannya, Akrim mengajak seluruh warga Persyarikatan menjadikan Muktamar ke-49 sebagai momentum melahirkan gagasan-gagasan baru bagi kemajuan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.
"Mari kita hadir bukan hanya membawa laporan masa lalu, tetapi membawa gagasan untuk masa depan dan berani melahirkan berbagai terobosan baru," katanya.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus dipersiapkan serta semangat kolaborasi seluruh unsur Persyarikatan, PWA Sumatra Utara optimistis Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah akan menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan, melahirkan kepemimpinan yang berkemajuan, serta memperluas kontribusi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow